TVRINews, Kupang
Laga Amal Kemanusiaan NTT Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores.
Ring tinju bertransformasi menjadi panggung kemanusiaan ketika Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, dan legenda tinju nasional, Daud Yordan, turun langsung dalam aksi penggalangan dana bagi korban gempa di Flores.
Pertandingan yang dikemas dalam format open sparing tersebut diselenggarakan di tengah rangkaian Pameran Pembangunan memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Minggu 16 Agustus 2026 malam.
Inisiatif bertajuk gerakan "NTT Peduli Gempa Flores" ini mempertemukan tokoh-tokoh penting tinju tanah air dengan para atlet muda potensial yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di NTT dan NTB.
Selain Johni Asadoma dan Daud Yordan, sejumlah petinju daerah seperti Alex Aldiste, Eman Maubere, dan Jeriko Daud turut ambil bagian dalam agenda solidaritas tersebut.
Dalam sambutannya di hadapan publik, Johni Asadoma menekankan bahwa kegiatan ini merefleksikan esensi olahraga yang melampaui batas-batas prestasi fisik, yakni sebagai instrumen memperkuat kepedulian sosial di tengah duka masyarakat.
"Kita hadir di sini untuk menunjukkan rasa solidaritas kita, untuk ikut merasakan penderitaan saudara-saudara kita di Flores. Kita semua berduka dan bersedih. Hati kita turut berduka dan bersimpati," ujar Johni dikutip Senin 17 Agustus 2026.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi menyalurkan donasi sesuai kapasitas masing-masing, diiringi doa agar pemulihan di wilayah terdampak dapat segera terwujud.
Sportivitas di Atas Kanvas Ring
Puncak perhatian penonton tertuju pada duel eksibisi dua ronde antara Johni Asadoma dan Daud Yordan. Berlangsung dalam atmosfer penuh kehangatan dan sportivitas tinggi, pertandingan tersebut diwarnai momen menarik pada ronde pertama ketika Daud sempat terjatuh akibat pukulan sang Wakil Gubernur, sebelum kembali bangkit sambil tersenyum menyapa penonton.

(Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma (Kiri), dan legenda tinju nasional, Daud Yordan. [Foto:Erasmus Nagi Noi/TVRI NTT])
Selepas laga, Daud Yordan kembali mengimbau publik agar konsisten memberikan dukungan material maupun moral bagi para korban bencana di Flores.
Selain menggalang dana darurat, ajang ini juga dimanfaatkan untuk memantau proses pembinaan atlet muda daerah. Daud, yang menyaksikan langsung penampilan para petinju remaja, menyatakan optimismenya terhadap masa depan cabang olahraga tinju di wilayah tersebut menjelang perhelatan PON 2028.
"Saya optimis dan sangat yakin. NTT dari zaman ke zaman banyak melahirkan legenda-legenda tinju. Saya yakin prestasi untuk PON 2028, tinju akan menjadi juara," kata Daud.
Ia berpesan kepada para atlet muda agar senantiasa menjunjung tinggi disiplin, manajemen waktu, serta etos kerja yang kuat demi meneruskan estafet kejayaan para senior mereka.
Perhelatan malam itu menegaskan bahwa ring tinju tidak hanya berfungsi sebagai arena kompetisi prestasi, tetapi juga medium strategis untuk merajut solidaritas kemanusiaan sekaligus menyalakan harapan olahraga nasional dari bumi Nusa Tenggara Timur.










