TVRINews, Flores Timur
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah berlangsung hampir sepekan. Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya di Kelurahan Waihali, Kota Larantuka.
Berdasarkan pantauan TVRINews pada Selasa, 3 November 2026, antrean kendaraan terlihat mengular di sepanjang jalan sekitar SPBU. Puluhan kendaraan, yang didominasi mobil truk, tampak mengantre untuk mendapatkan BBM jenis Solar.
Sementara itu, stok BBM jenis Pertalite di SPBU Kota Larantuka dilaporkan lebih cepat habis dibandingkan jam operasional normal.
Salah seorang sopir truk, Yohanes Koda Dawan, mengaku telah mengantre untuk mendapatkan Solar selama sepekan terakhir. Selain kelangkaan stok, ia juga mengeluhkan adanya pembatasan jumlah pembelian BBM, yakni maksimal Rp200.000 dalam satu kali pengisian per hari.
"Kelangkaan BBM sudah 1 minggu, kami berharap stok minyak bisa kembali normal, agar tidak menghambat pekerjaannya. Semenjak kelangkaan BBM, sekarang hanya bisa beroperasi mengangkut pasir 1 kali sehari. Kalau normal itu, sehari bisa mengangkut pesanan pasir dua sampai tiga kali dalam sehari,"kata Yohanes.
Ia mengatakan, keterbatasan pasokan BBM berdampak langsung terhadap aktivitas pekerjaannya. Jika sebelumnya dapat mengangkut pesanan pasir hingga dua sampai tiga kali sehari, kini ia hanya mampu melakukan satu kali pengangkutan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, stok BBM yang disalurkan ke setiap SPBU disebut masih dalam kondisi normal.
Namun, pelayanan pengisian BBM kini dibuka lebih awal, yakni mulai pukul 07.00 WITA, sehingga persediaan BBM lebih cepat habis dibandingkan waktu biasanya.
Sementara itu, Kepala Bagian Sumber Daya Alam (Kabag SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Flores Timur, Tarsisius Kopong Pira, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi TVRINews. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan singkat belum mendapat respons.
Masyarakat, khususnya para sopir angkutan, berharap ketersediaan BBM di Flores Timur segera kembali normal agar aktivitas transportasi dan pekerjaan sehari-hari tidak terganggu.









