TVRINews, Lembata
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami erupsi pada Selasa, 3 November 2026, pukul 23.17 WITA.
Berdasarkan laporan petugas Gunung Api Ile Lewotolok, Stanis Arakian Lamahoda, tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 200 meter di atas puncak atau 1.623 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abu yang teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan condong ke arah barat serta barat laut. Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 48 detik.
"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat dan barat laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi kurang lebih 48 detik," jelas Stanis Arakian Lamahoda kepada tvrinews.com, Rabu, 4 November 2026.
Erupsi Gunung Ile Lewotolok juga disertai suara gemuruh lemah. Selain itu, aliran lava teramati mengarah ke sektor tenggara dengan jarak mencapai 500 meter dari bibir kawah.
Meski mengalami erupsi, Gunung Api Ile Lewotolok saat ini masih berada pada Status Level II atau Waspada.
PVMBG mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung, serta pengunjung, pendaki, dan wisatawan, agar tidak memasuki maupun melakukan aktivitas di dalam radius 2 hingga 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung, khususnya pada sektor selatan dan tenggara.
Stanis juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava serta awan panas yang dapat terjadi di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut Gunung Api Ile Lewotolok.









