TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Maastricht, Belanda, memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui program studi lapangan di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa kedua perguruan tinggi untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan pembangunan di wilayah kepulauan.
Program bertajuk Field Study: Collaborative Learning on Semau Island Development of Kupang Regency berlangsung pada 2–28 November 2026, dengan Desa Otan, Kecamatan Semau, sebagai lokasi utama kegiatan.
Sebanyak 28 mahasiswa terlibat dalam program tersebut, terdiri atas 14 mahasiswa Program Studi Global Studies Universitas Maastricht dan 14 mahasiswa Undana dari Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Kegiatan ini turut didampingi dosen dari kedua perguruan tinggi.

Ketua Panitia, Dr. Jeffry Likadja, menjelaskan bahwa program ini dirancang melalui tiga tahapan, yakni pembekalan, studi lapangan bersama masyarakat, serta pemaparan hasil penelitian.
Pada dua minggu pertama, mahasiswa akan mengikuti pembekalan sebagai persiapan sebelum terjun langsung ke lapangan. Selanjutnya, mahasiswa akan melakukan observasi, berdiskusi dengan masyarakat Desa Otan, serta mengikuti kegiatan pertukaran budaya.
"Pada dua minggu pertama, mahasiswa akan mendapatkan pembekalan sebagai persiapan sebelum turun ke lapangan. Selanjutnya, mereka akan mengunjungi Desa Otan untuk melakukan observasi, berdiskusi dengan masyarakat, serta mengikuti kegiatan pertukaran budaya," jelas Jeffry, dikutip Rabu, 4 November 2026.
Setelah seluruh rangkaian studi lapangan selesai, mahasiswa akan mempresentasikan hasil temuan mereka di hadapan dosen pendamping.
Kemudian Jeffry menuturkan, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami persoalan pembangunan secara langsung, tidak hanya berdasarkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan.
Melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu dan budaya, mahasiswa diharapkan mampu melihat berbagai persoalan pembangunan dari perspektif masyarakat, sekaligus mengidentifikasi permasalahan dan merumuskan solusi yang relevan.
Sementara itu, Wakil Rektor III Undana Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Rudi Rohi, yang membuka kegiatan tersebut, berharap mahasiswa Universitas Maastricht dapat memperoleh pengalaman baru selama berada di Pulau Semau.
Ia juga mendorong mahasiswa asal Belanda untuk mengenal lebih dekat kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Otan melalui interaksi langsung dengan warga.
"Kami berharap mahasiswa Universitas Maastricht mendapatkan pengalaman baru, mengenal budaya masyarakat Desa Otan, serta dapat belajar langsung dari kehidupan masyarakat di Pulau Semau," harap Rudi.
Lebih lanjut, Rudi berharap kerja sama Undana dan Universitas Maastricht dapat terus diperluas, tidak hanya melalui program studi lapangan, tetapi juga dalam berbagai kegiatan akademik dan kolaborasi internasional lainnya.
Program ini diharapkan menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi mahasiswa kedua negara, sekaligus memperluas pemahaman mengenai tantangan dan peluang pembangunan di wilayah kepulauan, khususnya Pulau Semau, Kabupaten Kupang.









