TVRINews, Malaka
Gereja Katolik mengingatkan masyarakat Kabupaten Malaka agar menggunakan jalur resmi saat ingin bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya kasus pemulangan jenazah PMI nonprosedural asal daerah tersebut dalam tiga tahun terakhir.
Pater Hironumimus Moensaku, SVD, menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut. Menurutnya, faktor ekonomi keluarga serta minimnya pemahaman mengenai prosedur resmi menjadi penyebab utama masyarakat memilih jalur ilegal.
“Kalau ingin bekerja di luar negeri, sebaiknya melalui jalur resmi dengan dokumen keimigrasian yang lengkap. Kita harus berpikir lebih objektif,” ujar Pater Hironumimus Moensaku, SVD, Kamis, 28 Mei 2026.
Ia menilai banyak warga tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming penghasilan besar, namun berakhir dengan penderitaan hingga kehilangan nyawa. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja ke luar negeri.
“Kami mengimbau seluruh umat dan masyarakat Kabupaten Malaka agar menolak ajakan dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Jangan terburu-buru mengambil keputusan tanpa melakukan pengecekan dan klarifikasi terlebih dahulu,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menyaring informasi, terutama di tengah maraknya penyebaran informasi melalui media digital.
“Setiap informasi atau ajakan dari kelompok manapun perlu disaring terlebih dahulu sebelum diikuti. Jangan sampai masyarakat menjadi korban perdagangan orang di Kabupaten Malaka,” katanya.
Pater Hironumimus turut mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung upaya pemerintah dalam memberantas praktik perdagangan orang atau human trafficking, baik dari sisi pelaku maupun perlindungan terhadap korban.
“Mari bersama-sama mendukung program pemerintah demi melindungi masyarakat kita. Jalur resmi mungkin memerlukan proses yang lebih panjang, tetapi jauh lebih aman dan memiliki jaminan yang jelas,” pungkasnya.
Meningkatnya kasus pemulangan jenazah PMI nonprosedural diharapkan menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih memahami pentingnya migrasi aman dan sesuai prosedur.










