TVRINews, Sumba Timur
Tokoh masyarakat sekaligus pelaku usaha peternakan hewan besar di Kecamatan Pandawai, Stefanus Pekuwali, mengajak seluruh peternak lokal menolak praktik eksploitasi ilegal terhadap Kuda Sandelwood.
Ia menilai maraknya pengiriman ternak nonprosedural, manipulasi dokumen, penjualan indukan betina produktif, serta pengapalan kuda yang belum cukup umur dan berat menjadi ancaman serius bagi keberlanjutan populasi kuda endemik khas Sumba tersebut.
“Kita tidak boleh menutup mata terhadap upaya manipulasi administrasi di lapangan. Menjual betina produktif dan memalsukan dokumen hanya demi keuntungan sesaat adalah tindakan yang merusak masa depan peternakan kita sendiri,” tegas Stefanus Pekuwali saat ditemui di kawasan sentra peternakan Pandawai, Kamis, 28 Mei 2026.
Stefanus menekankan regulasi yang diterbitkan pemerintah daerah perlu mendapat dukungan penuh demi menjaga kelestarian plasma nutfah Kuda Sandelwood sekaligus menciptakan harga yang lebih adil bagi peternak.
Ia juga berkomitmen mengedukasi peternak tradisional agar tidak terjebak praktik ijon dan bujuk rayu spekulan ilegal. Selain itu, ia mendorong pengawasan kolektif terhadap aktivitas pengangkutan ternak yang mencurigakan, terutama kendaraan yang beroperasi pada malam hari.
“Kita harus memutus rantai penyelundupan sejak dari hulu. Tujuan kita sama, yaitu membangun bisnis ternak yang legal, aman, dan menguntungkan bagi semua pihak tanpa merusak adat dan melanggar hukum negara,” ujarnya.
Stefanus mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan Polresta Kupang dan Polres Sumba Timur dalam mengawal jalur distribusi, pemeriksaan pelabuhan, serta karantina hewan.
Melalui inisiatif tersebut, ia berharap Kecamatan Pandawai dapat menjadi contoh penerapan tata niaga ternak yang sehat di Sumba Timur.
Sinergi antara pelaku usaha, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan diharapkan mampu menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban, sekaligus menjaga Kuda Sandelwood sebagai simbol kemakmuran dan kebanggaan masyarakat Sumba secara berkelanjutan.










