TVRINews, NTT
Kabar bahagia datang dari Puskesmas Ponggeok, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah masa tanggap darurat pascagempa bumi, dua bayi lahir dengan selamat melalui persalinan normal pada Jumat (21/8/2026).
Kelahiran dua bayi tersebut berlangsung saat fasilitas kesehatan masih menyesuaikan pelayanan dengan kondisi pascagempa. Meski demikian, tenaga kesehatan tetap memberikan pendampingan kepada ibu hamil hingga proses persalinan selesai.
Kepala Puskesmas Ponggeok, Adrianus Gaur, mengatakan pelayanan kesehatan tetap berjalan meskipun situasi di wilayah tersebut masih dalam masa tanggap darurat.
“Situasi bencana tidak menghentikan pelayanan kesehatan. Kami tetap memastikan ibu yang akan melahirkan mendapatkan penanganan dan pendampingan dari tenaga kesehatan sampai proses persalinan selesai,” ujar Adrianus.
Persalinan pertama berlangsung pada Jumat sekitar pukul 15.30 WITA.
Seorang bayi laki-laki lahir dari pasangan Yulianika Apriliani dan Tarsianus Laput, warga Nampong, Desa Urung.
Bayi tersebut lahir dengan berat 3.500 gram dan panjang badan 50 sentimeter. Sementara lingkar kepala tercatat 35 sentimeter dan lingkar dada 34 sentimeter.
Proses persalinan berlangsung normal dan ditangani oleh tenaga kesehatan Puskesmas Ponggeok.
Kabar bahagia kembali datang sekitar empat jam kemudian. Pada pukul 19.30 WITA, seorang bayi perempuan lahir melalui persalinan normal di fasilitas kesehatan yang sama.
Bayi tersebut merupakan buah hati pasangan Maria Yunita Narmin dan Jefrianus Tetong, warga Ponggeok.
Bayi perempuan itu memiliki berat badan 3.100 gram dengan panjang badan 49 sentimeter. Lingkar kepala tercatat 34 sentimeter dan lingkar dada 33 sentimeter.
Setelah proses persalinan, kedua ibu dan bayi langsung mendapatkan pemantauan dari tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi kesehatan tetap stabil.
Adrianus menegaskan, kondisi tanggap darurat akibat gempa tidak boleh menghambat masyarakat mendapatkan layanan kesehatan, termasuk bagi ibu hamil, ibu bersalin, bayi, dan kelompok rentan.
“Kami tetap membuka akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ibu hamil dan ibu bersalin menjadi salah satu kelompok yang harus mendapat perhatian, sehingga pelayanan persalinan tetap kami prioritaskan,” katanya.
Menurut Adrianus, tenaga kesehatan Puskesmas Ponggeok terus berupaya memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat di tengah keterbatasan yang muncul akibat bencana.
“Kami berusaha memberikan pelayanan sebaik mungkin dalam kondisi yang ada. Keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi perhatian utama kami,” ujarnya.
Kelahiran dua bayi tersebut menjadi kabar positif bagi masyarakat Manggarai di tengah situasi tanggap darurat pascagempa.
Dua bayi yang lahir dengan selamat juga menjadi pengingat bahwa di tengah kondisi sulit akibat bencana, kehidupan tetap berjalan dan harapan untuk bangkit terus tumbuh di tengah masyarakat.










