TVRINews, Kupang
Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terus menunjukkan kemajuan signifikan. Hingga pertengahan Juni 2026, progres pembangunan fasilitas pendidikan tersebut telah mencapai 80,5 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir bulan ini.
Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu dan warga di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan layanan pendidikan.
Pembangunan sekolah ini juga menjadi wujud komitmen pemerintah dalam mendorong pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis NTT Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Istiadi Nugroho, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan hak pendidikan yang layak.
"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting. Melalui Sekolah Rakyat, kami berharap semakin banyak anak-anak di Kabupaten Kupang yang dapat mengakses pendidikan berkualitas tanpa terkendala faktor ekonomi," ujar Istiadi dalam keterangan yang diterima tvrinews.com pada Senin, 15 Juni 2026.
Menurutnya, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan fasilitas pembelajaran, tetapi juga dirancang untuk mendukung pengembangan karakter, keterampilan, dan potensi peserta didik. Program pembelajaran yang diterapkan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan zaman.
Saat ini, proses pembangunan masih berlangsung sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Dengan progres mencapai 80,5 persen, proyek tersebut masih menyisakan waktu pengerjaan selama 19 hari kerja.
Pemerintah menargetkan seluruh sarana dan prasarana pendukung dapat rampung sehingga Sekolah Rakyat di Kabupaten Kupang dapat segera digunakan pada akhir Juni 2026.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan mampu menekan angka putus sekolah, memperluas kesempatan belajar, serta menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Kupang guna mendukung pembangunan daerah di masa depan.










