TVRINews - Flores Timur
Kecelakaan tunggal di Flores Timur diduga dipicu masalah mesin saat kendaraan melintasi jalur menanjak pada malam hari.
Tragedi merenggut dua nyawa di jalur terjal Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, menyisakan duka mendalam sekaligus catatan serius mengenai keselamatan transportasi di medan ekstrem.
Kepolisian Resor Flores Timur memastikan kecelakaan tunggal yang melibatkan sebuah minibus di kawasan Taman Doa Bukit Fatimah bermula dari masalah teknis kendaraan.
Insiden yang terjadi pada Selasa, 29 September 2026 malam tersebut melibatkan minibus Toyota Rush hitam bernomor polisi EB 1120 BL. Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi, kendaraan kehilangan tenaga saat merayap di medan menanjak di ruas jalan umum jurusan Sandominggo–Pantai Besar.
Kasat Lantas Polres Flores Timur, Iptu Roland Herdianto Lay, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut tidak mampu mempertahankan momentum di tanjakan curam.
"Kendaraan mengalami gagal mesin saat menanjak sehingga mobil terperosok ke dalam tebing di sebelah kiri badan jalan," ujar Roland kepada tvrinews.com, Rabu, 30 September 2026.
Dampak dari kegagalan mekanis tersebut berakibat fatal. Dua orang dilaporkan meninggal dunia di tempat, termasuk pengemudi kendaraan, Ruben Rian Tobi (57), yang kesehariannya berprofesi sebagai wartawan. Korban jiwa lainnya adalah Tarsisia Dai Kitti (63), seorang tenaga pendidik, yang mengalami cedera berat di bagian kepala.
Selain korban jiwa, insiden ini juga melukai sejumlah penumpang lain. Prastica Natalia (33) menderita luka berat berupa luka menganga pada tangan, sementara Elisabeth Lipat Ola (60) mengalami luka ringan.
Di sisi lain, tiga penumpang lainnya Agnes Somi Biri, Maria Goreti Benga Langa, serta Helena Midi Labot lolos dari maut dan dinyatakan selamat tanpa mengalami luka fisik.
Kecelakaan di jalur topografi menantang kerap kali menjadi titik temu antara kendala teknis kendaraan dan faktor kewaspadaan pengemudi. Jalur Sandominggo–Pantai Besar dikenal memiliki kontur jalan yang menuntut kesiapan prima dari setiap kendaraan yang melintas, terutama pada malam hari.
Kerugian material akibat insiden nahas ini diperkirakan mencapai Rp10 juta. Hingga kini, jajaran Satlantas Polres Flores Timur masih mendalami aspek teknis kendaraan serta faktor pendukung lainnya guna menyusun kronologi utuh peristiwa nahas tersebut demi mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.










