TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 26–29 Agustus 2026. Berdasarkan analisis BMKG, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar 6–35 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah wilayah, yakni perairan utara Pulau Alor, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, serta perairan selatan Timor-Rote.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan tersebut. BMKG kemudian merilis peringatan dini gelombang dengan kategori sedang hingga tinggi.
Pada periode 26–27 Agustus 2026 hingga pukul 08.00 WITA, gelombang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter diprediksi terjadi di Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, dan perairan selatan Timor-Rote.
Potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga diperkirakan terjadi pada periode 27–28 Agustus 2026 hingga pukul 08.00 WITA di wilayah Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sabu-Raijua, perairan utara Kupang-Rote, serta perairan selatan Timor-Rote.
Sementara pada periode 28–29 Agustus 2026 hingga pukul 08.00 WITA, potensi gelombang 1,25–2,5 meter diperkirakan terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, perairan selatan Flores, perairan selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan utara Sabu-Raijua, perairan utara Timor, perairan utara Kupang-Rote, serta perairan selatan Timor-Rote.
Selain gelombang 1,25–2,5 meter, BMKG juga memprakirakan gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5–3 meter. Gelombang tersebut berpeluang terjadi di perairan selatan Sumba dan perairan selatan Sabu-Raijua pada periode 28–29 Agustus 2026 hingga pukul 08.00 WITA.
Kondisi angin dan gelombang tersebut perlu diwaspadai, terutama oleh masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir serta pelaku pelayaran dan nelayan. Masyarakat diimbau memperhatikan informasi dan peringatan cuaca maritim dari BMKG sebelum melakukan aktivitas di laut.










