TVRINews, Ende
Di tengah suasana duka dan perjuangan masyarakat Flores untuk bangkit dari bencana gempa bumi, kabar membanggakan datang dari panggung nasional. Putri asal Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Lusia Carmenita Lamba, berhasil meraih gelar Putri Pariwisata Indonesia 2026.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi Ende dan NTT. Lebih dari sekadar pencapaian pribadi, kemenangan Carmen diharapkan menjadi momentum untuk kembali menyuarakan potensi pariwisata, budaya dan kekayaan alam Flores di tengah upaya masyarakat bangkit pascagempa.
Perjalanan Carmen menuju panggung nasional dimulai dari ajang daerah. Ia sebelumnya berhasil meraih Juara 1 Pemilihan Ko'o Fai Nuwa Muri Ende 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Ende.
Dari panggung tersebut, Carmen kemudian mempersiapkan diri untuk membawa nama Ende dan NTT ke tingkat yang lebih luas. Ketekunan, disiplin dan kesediaannya menjalani setiap tahapan menjadi bagian penting dalam perjalanan hingga akhirnya mampu bersaing di tingkat nasional.
Salah satu tahapan penting yang harus dilalui Carmen adalah masa karantina. Para peserta mendapatkan berbagai materi dan pembekalan sekaligus mengikuti sejumlah tantangan yang menguji kemampuan komunikasi, wawasan dan kepercayaan diri.
Dalam salah satu tantangan, yakni motion challenge, Carmen menunjukkan kemampuan komunikasinya dan berhasil meraih predikat Best Speaker. Namun, perjuangan tersebut belum berakhir.
Pada malam final, Carmen harus bersaing dengan sekitar 30 putri pariwisata dari berbagai provinsi di Indonesia. Persaingan yang ketat menuntut para peserta tidak hanya memiliki penampilan, tetapi juga kemampuan komunikasi, wawasan, karakter serta kepedulian terhadap isu pariwisata dan lingkungan.
Di tengah persaingan itu, Carmen membawa semangat yang lebih besar. Ia tampil bukan hanya sebagai putri asal Ende, tetapi juga sebagai representasi anak Flores yang sedang berada dalam suasana pascagempa.
Kemenangan tersebut pun menjadi momentum bagi Carmen untuk menyuarakan semangat kebangkitan pariwisata NTT, khususnya Flores, setelah bencana gempa bumi.
Bagi masyarakat Flores, pariwisata merupakan bagian penting dari kehidupan dan potensi daerah yang harus terus dijaga. Karena itu, duka akibat bencana diharapkan tidak menghentikan langkah untuk memperkenalkan kembali destinasi wisata, budaya dan kekayaan alam Flores kepada masyarakat luas.
Apresiasi Pemerintah Kabupaten Ende
Prestasi Carmen mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Ende. Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda bersama Wakil Bupati Ende menyampaikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang dilakukan generasi muda Ende.
Dukungan pemerintah daerah dinilai penting untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda agar dapat mengembangkan potensi, berkarya dan membawa nama Ende ke tingkat nasional.
Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda juga berharap Pemilihan Ko'o Fai Nuwa Muri Ende dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
"Ajang tersebut dapat menjadi wadah bagi generasi muda Ende untuk mengembangkan potensi diri sekaligus menyuarakan berbagai hal positif mengenai Ende, Flores dan NTT," ujarnya.
Harapan tersebut sejalan dengan perjalanan Carmen. Berawal dari sebuah panggung daerah di Ende, ia kini mampu melangkah hingga panggung nasional. Perjalanan itu menjadi bukti bahwa talenta muda dari daerah memiliki kesempatan untuk bersinar ketika mendapatkan ruang, dukungan dan kesempatan untuk berproses.
Mahkota untuk Flores
Kemenangan Carmen diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah pencapaian pribadi. Prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Ende dan Flores untuk berani bermimpi, menjalani proses dan membawa isu-isu penting daerah ke ruang yang lebih luas.
Di sisi lain, keberhasilan Carmen juga menjadi dorongan agar ajang pemilihan putri daerah seperti Ko'o Fai Nuwa Muri terus berkelanjutan di Kabupaten Ende. Dari panggung-panggung daerah seperti itulah talenta-talenta muda dapat ditemukan, diasah dan dipersiapkan untuk bersaing di tingkat nasional.
Dari Ende, dari tanah Flores yang sedang berjuang bangkit, Carmen membawa pesan bahwa bencana boleh meninggalkan duka, tetapi tidak boleh mematikan mimpi.
Kini, mahkota Putri Pariwisata Indonesia 2026 yang diraihnya bukan sekadar simbol kemenangan. Mahkota tersebut menjadi bagian dari perjalanan Carmen untuk membawa cerita tentang Flores, budaya, lingkungan dan pariwisata NTT ke panggung Indonesia.










