TVRINews, Flores Timur
Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) merespons serius bentrokan susulan antarwarga yang terjadi di Dusun Lewonara, Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Jumat, 8 Mei 2026.
Untuk mengantisipasi bentrokan yang lebih luas, Polda NTT mengerahkan 36 personel bantuan kendali operasi (BKO) dari Satuan Brimob lengkap dengan kendaraan taktis (rantis) guna memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.
Selain menjaga keamanan dan ketertiban, personel Brimob juga bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara damai dan tidak berujung pada aksi kekerasan.
Berdasarkan informasi yang diterima TVRINews, personel Brimob tiba di Flores Timur pada Senin, 11 Mei 2026, sekitar pukul 03.40 WITA dan dijemput oleh Kasat Lantas Polres Flores Timur IPTU Roland Herdianto Lay bersama jajaran personel Polres Flores Timur.
Dari total 36 personel yang diterjunkan, enam personel berasal dari unit penjinak bom (Jibom), sementara 30 personel lainnya merupakan anggota Kompi 2 Pelopor di bawah pimpinan Danton 1 Kompi 2 Pelopor, Ipda Gede Bendesa. Mereka juga membawa satu unit mobil taktis Jibom.
Kehadiran personel Brimob tersebut dilakukan untuk mempertebal kekuatan pengamanan pasca bentrokan antarwarga di Pulau Adonara yang menyebabkan sejumlah korban luka dan kerugian material.
Direktur Rumah Sakit Pratama (RSP) Adonara, dr. Danny Gunawan, mengatakan pihaknya sempat menangani enam korban luka akibat insiden tersebut.
“Dari enam pasien yang dirawat, empat orang harus dirujuk ke RSUD Hendrikus Fernandez Larantuka untuk penanganan lebih lanjut,” ujar dr. Danny.
Ia menjelaskan, korban berinisial J alias Josh (18), warga Desa Narasaosina, mengalami luka tembak di bagian dada kiri dan telah dirujuk pada malam 9 Mei 2026.
“Sementara pasien berinisial D (24), G (20), dan E (41) mengalami luka tembak di bagian bokong dan paha. Ketiganya dirujuk ke Larantuka pada 10 Mei 2026 pagi,” jelasnya.
Selain itu, dua korban lainnya berinisial SS alias Sugi dan IOL alias Ismail mengalami luka akibat serpihan bom. Namun keduanya hanya menjalani perawatan jalan dan tidak perlu dirawat inap.
Di lokasi berbeda, Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, menyebut pihaknya menangani satu korban dari Desa Waiburak.
“Pasien atas nama FA alias Fildan (24) dirujuk ke Lembata pada Minggu pagi melalui Pelabuhan Boleng. Hingga saat ini baru satu korban dari wilayah kami yang menjalani perawatan,” kata Stefanus.
Hingga kini aparat gabungan masih melakukan pengamanan dan pemantauan situasi di wilayah Adonara Timur guna mencegah bentrokan susulan.










