TVRINews, Flores Timur
Pemerintah Kabupaten Flores Timur terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas petani. Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, berencana mengirim sejumlah petani untuk mengikuti studi banding ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).
Program ini difokuskan pada pembelajaran model pertanian yang telah berkembang di TTS, dengan menggandeng Yayasan Krisna Galensya sebagai mitra pendamping.
Sebagai langkah awal, Bupati Antonius Doni Dihen melakukan kunjungan langsung ke lokasi yang direncanakan menjadi tempat pelatihan.
Dua titik yang ditinjau yakni lahan Kelompok Tani Suka Maju di Kelurahan Oekefan, Kecamatan Kota Soe, serta Kelompok Tani Tithetnao di Desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat.
Berdasarkan keterangan Prokompim Flores Timur kepada TVRINews.com, kunjungan ini menjadi tahap awal dalam membangun kerja sama antar daerah sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pertanian yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berorientasi pasar.
“Sebelum saya kirim para petani dari Flores Timur untuk belajar di sini, saya turun langsung melihat kondisi di lapangan,” ujar Bupati
Kehadiran Bupati disambut antusias oleh anggota kelompok tani. Didampingi Ketua Pembina Yayasan Krisna Galensya TTS, Kris Hau Oni, ia berdialog langsung dengan para petani guna memahami proses dan hasil yang telah dicapai.
Para petani di TTS mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka hanya bertani dalam skala kecil dengan hasil terbatas untuk kebutuhan sehari-hari.
Namun, setelah mendapat pendampingan dari yayasan, pola pertanian mereka berubah menjadi lebih produktif dan menghasilkan peningkatan pendapatan yang signifikan.
Kini, hasil pertanian tidak hanya mencukupi kebutuhan keluarga, tetapi juga mampu mendukung pendidikan anak hingga meningkatkan kesejahteraan, bahkan mengurangi ketergantungan pada pekerjaan di luar daerah.
Bupati Antonius Doni Dihen berharap program pelatihan ini dapat berjalan optimal. Ia menekankan pentingnya transfer pengetahuan dan pengalaman bagi para petani, agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata di Flores Timur guna mendorong kemajuan sektor pertanian daerah.










