TVRINews, Kupang
Kerusakan mesin distribusi pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Raknamo menyebabkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kupang menghentikan sementara penyaluran air bersih ke wilayah Oelamasi dan Oesao, Nusa Tenggara Timur.
Direktur PDAM Kabupaten Kupang, Jhony Solaiman, mengatakan gangguan terjadi akibat rusaknya pompa distribusi yang menjadi bagian penting dalam sistem penyaluran air.
"Terkait mesin yang rusak itu, memang ada mesin pompa kapasitas 1,5 kW ke tandon 1.000 liter untuk campuran bahan kimia dan pompa distribusi ke reservoir 300 meter kubik. Secara umum kami membutuhkan pompa booster untuk membantu daya dorong yang lebih besar agar air bisa sampai ke Oelamasi dan Oesao," kata Jhony saat dihubungi, Kamis, 16 Juli 2026.
Ia menjelaskan kerusakan tersebut sudah terjadi sejak proses serah terima sementara SPAM Raknamo dari Balai Cipta Karya Nusa Tenggara Timur. Akibatnya, distribusi air hanya sempat dilakukan pada masa uji coba dan hingga kini belum dapat beroperasi secara normal.
"Penyerahan itu masih bersifat sementara sambil pihak SPAM, dalam hal ini Balai Cipta Karya, membenahi beberapa item pendukung. Namun belum ada pembenahan sehingga PDAM selaku pengelola belum dapat menyuplai air bersih kepada masyarakat," ujarnya.
Menurut Jhony, PDAM membutuhkan tambahan pompa berkapasitas lebih besar agar distribusi air dapat menjangkau kawasan dengan topografi yang lebih tinggi, termasuk pusat pemerintahan di Oelamasi dan wilayah Oesao.
"Memang kita butuh tambahan kekuatan mesin pompa dorong untuk memaksimalkan pelayanan di area Civic Centre dan sekitarnya termasuk sampai ke Oesao. Masalah ini juga sudah kami bicarakan dengan pihak Balai dan disambut baik untuk pembenahan bersama," katanya.
SPAM Raknamo dibangun pemerintah pusat melalui Balai Cipta Karya Nusa Tenggara Timur menggunakan anggaran lebih dari Rp87 miliar pada periode 2021 hingga 2022. Pekerjaan fisik proyek baru selesai pada 2023.
Proyek tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Kupang, khususnya di Kecamatan Kupang Tengah.
Namun hingga kini layanan air bersih belum berjalan optimal karena fasilitas belum berfungsi secara maksimal. Akibatnya, kawasan instalasi SPAM Raknamo dilaporkan tidak terawat dan dipenuhi rumput liar.










