TVRINews, Kota Kupang
Kegiatan penguatan sektor riil kembali ditegaskan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui kunjungan lapangan di sektor pertanian. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala OJK Provinsi NTT, Yan Jimmy Hendrik Simarmata, yang hadir bersama jajaran staf sebagai bentuk komitmen nyata dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah berbasis pertanian.
Kunjungan tersebut dipusatkan di unit penggilingan padi (Rice Milling Unit/RMU) Boki Murni yang dikelola oleh Pande Putu Widya Paramarta di Subak Bengkel, Desa Bengkel, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Lokasi ini dikenal sebagai salah satu contoh sukses integrasi antara sistem pertanian tradisional dan pendekatan agribisnis modern.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan OJK melihat langsung proses pengolahan padi serta tata kelola usaha yang berbasis komunitas petani. RMU Boki Murni dinilai mampu menjadi model penguatan rantai nilai pertanian, mulai dari produksi hingga pascapanen, yang memberikan nilai tambah bagi petani lokal.
Dalam pemaparannya, pengelola RMU menjelaskan bahwa keberhasilan usaha tersebut tidak lepas dari peran sistem Subak, organisasi tradisional pengelolaan air yang telah diwariskan secara turun-temurun di Bali.
Di Subak Bengkel, sekitar 500 petani mengelola lahan sawah seluas kurang lebih 330 hektare dengan pola tanam yang terkoordinasi secara kolektif.
"Petani tidak berjalan sendiri. Semua berbasis kelompok, dengan aturan dan kesepakatan bersama, mulai dari pengairan, pola tanam, hingga penentuan harga," ujar Pande Putu Widya Paramarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Kepala OJK NTT dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa praktik seperti ini menjadi contoh konkret bagaimana sektor pertanian dapat diperkuat melalui kolaborasi, tata kelola yang baik, serta dukungan ekosistem pembiayaan.
OJK berkomitmen untuk terus mendorong akses keuangan inklusif bagi pelaku usaha di sektor riil, khususnya pertanian, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan ekonomi daerah.
Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi daerah lain, termasuk di Nusa Tenggara Timur, dalam mengembangkan sektor pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.










