TVRINews, Ende
Pasca gempa bumi yang mengguncang wilayah Ende, Nusa Tenggara Timur, sekitar 70 pasien RSUD Ende terpaksa menjalani perawatan di area terbuka di depan lahan parkir rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap kemungkinan gempa susulan sekaligus memastikan keselamatan pasien, keluarga, dan tenaga kesehatan.
Sejumlah pasien terlihat berada di luar gedung rumah sakit dengan didampingi keluarga dan petugas medis. Meski berada di area terbuka, pelayanan kesehatan tetap diberikan kepada pasien yang membutuhkan penanganan.
Untuk mendukung pelayanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mendirikan tenda darurat di kawasan rumah sakit. Tenda tersebut disiapkan sebagai tempat perlindungan sekaligus lokasi pendukung pelayanan bagi pasien dan masyarakat terdampak.
Petugas dan tenaga kesehatan terus memantau kondisi pasien serta memastikan pelayanan medis tetap berjalan di tengah situasi pascagempa.
Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, mengatakan Pemerintah Kabupaten Ende bersama Kodim 1602 Ende telah menyiapkan tenda darurat untuk pasien yang sementara dirawat di luar gedung rumah sakit.
“Pasien dan keluarga kami harapkan tidak panik, tetapi tetap waspada. Pemerintah Kabupaten Ende akan melakukan upaya terbaik, sementara dokter dan pihak rumah sakit tetap memberikan pelayanan dan perawatan seperti biasa,” ujar Dominikus.
Hingga saat ini, sebagian pasien dan keluarga masih memilih bertahan di area terbuka karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan. Mereka terus menunggu informasi dan arahan resmi dari petugas.
Pemerintah Kabupaten Ende bersama pihak rumah sakit dan unsur terkait terus melakukan pemantauan untuk memastikan keselamatan pasien serta keberlangsungan pelayanan kesehatan pascagempa.










