TVRINews, Kupang
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta bersikap netral dalam mendorong dan memfasilitasi investasi di daerah. Kadin diharapkan tidak memberikan perlakuan khusus maupun memprioritaskan perusahaan tertentu dalam setiap proses pengembangan investasi di NTT.
Anggota DPRD NTT Yohanes Rumat mengatakan, sikap netral penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap pelaku usaha yang memenuhi ketentuan.
"Jangan sampai ada kesan bahwa Kadin hanya memprioritaskan perusahaan tertentu. Semua investor dan pelaku usaha yang memenuhi persyaratan harus mendapatkan kesempatan yang sama," ujar Yohanes saat dikonfirmasi, Jumat, 25 September 2026.
Menurut Yohanes, Kadin memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha di NTT. Karena itu, peran tersebut harus dijalankan dengan mengedepankan kepentingan daerah, bukan kepentingan kelompok maupun perusahaan tertentu.
Ia menilai keterbukaan dalam proses investasi dapat mendorong terciptanya persaingan usaha yang sehat. Investor, kata dia, seharusnya bersaing berdasarkan kemampuan, kelayakan usaha, kepatuhan terhadap regulasi, serta manfaat yang diberikan kepada masyarakat dan daerah.
"Yang harus menjadi ukuran adalah siapa yang memenuhi persyaratan, memiliki kemampuan investasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat NTT. Bukan karena kedekatan atau karena perusahaan tertentu lebih dahulu mendapatkan akses," tegasnya.
Kemudian, Yohanes juga meminta setiap peluang investasi yang masuk ke NTT diproses berdasarkan aturan yang berlaku. Pemerintah daerah, Kadin, maupun pihak terkait lainnya diharapkan memastikan tidak ada praktik yang menimbulkan kesan keberpihakan kepada investor tertentu.
Menurutnya, investasi yang masuk ke NTT harus memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah. Dampak tersebut antara lain membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengembangkan usaha lokal, serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Karena itu, Kadin NTT diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan dunia usaha dengan menjembatani kepentingan investor dan masyarakat secara objektif serta berimbang.
"NTT membutuhkan investasi, tetapi investasi yang masuk harus dikelola secara transparan dan adil. Jangan sampai ada perusahaan yang diprioritaskan sementara perusahaan lain yang memiliki kemampuan dan memenuhi persyaratan justru tidak mendapatkan kesempatan yang sama," pungkasnya.
Kadin Sebut Investasi Harus Berdampak bagi Masyarakat
Sebelumnya, Kadin NTT menyebut PT Lestari Energi Timur telah mengantongi kelengkapan perizinan untuk menjalankan kegiatan pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di NTT.
Wakil Ketua Kadin NTT Bidang Investasi dan Maritim, Yuska Benu, mengatakan setiap investasi baru yang masuk ke NTT harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menurut Yuska, kepatuhan terhadap regulasi menjadi salah satu syarat utama sebelum berbicara mengenai keuntungan bisnis.
"Karena kami bergerak di Kadin, maka kami sebagai pionir atau orang pertama yang berdiri di garda terdepan supaya semua investasi yang masuk ke NTT harus berdampak langsung untuk masyarakat, baru kita berpikir tentang keuntungan," imbuhnya.










