TVRINews, Flores Timur
Pemerintah Daerah Flores Timur (Pemda Flotim), Nusa Tenggara Timur, mendukung rencana pengembangan energi panas bumi (geothermal) di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Oka Ile Ange. Pemerintah daerah menyiapkan lahan seluas 12.510 hektare untuk mendukung pengembangan proyek tersebut.
Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen mengatakan pemerintah daerah pada prinsipnya mendukung setiap pembangunan yang dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Namun, dukungan tersebut disertai dengan sejumlah catatan, terutama terkait aspek perencanaan, kajian ilmiah, lingkungan, dan kondisi sosial masyarakat. Hal itu disampaikan Antonius saat mengikuti rapat koordinasi bersama perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis, 24 September 2026.
Menurut Antonius, rencana pengembangan panas bumi di wilayah tersebut harus diawali dengan perencanaan dan analisis ilmiah yang matang. Kajian juga perlu melibatkan berbagai disiplin ilmu serta tenaga ahli.
"Khususnya terkait dampak lingkungan yang berpotensi muncul saat proses pengembangannya nanti, terlebih proyek ini juga mengalami dinamika sosial di sejumlah daerah. Karena itu, bagi orang-orang awam ketika bicara soal pengeboran di sana untuk kepentingan panas bumi tentu sangat sensitif," ujar Antonius dalam keterangan yang resmi diterima tvrinews.com pada Jumat, 25 September 2026.
Pengembangan Harus Sesuai SOP
Sementara itu, Koordinator Pelayanan dan Bimbingan Usaha Panas Bumi pada Direktorat Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Budi Herdiyanto, mengatakan seluruh tahapan pengembangan proyek panas bumi akan dilakukan sesuai prosedur.
Tahapan tersebut mencakup survei, pengeboran hingga proses penyaluran listrik kepada masyarakat.
Budi memastikan setiap tahapan pengembangan akan dilaksanakan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
"Kita pastikan mulai dari survei sampai dengan pengeboran dan juga sampai penyaluran listrik ke masyarakat sesuai dengan SOP," kata Budi.
Potensi 40 MW
Berdasarkan Keputusan Menteri ESDM Nomor 2849.K/30/MEM/2012, WKP Oka Ile Ange memiliki potensi energi panas bumi yang dapat dikembangkan hingga mencapai 40 megawatt (MW).
Adapun untuk tahap awal, kapasitas pengembangan yang direncanakan berada di kisaran 10 hingga 15 MW.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendukung pemanfaatan energi panas bumi sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Flores Timur, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kondisi sosial di wilayah pengembangan.










