TVRINews, Flores Timur
Pemerintah Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, menegaskan komitmennya membangun peradaban manusia melalui sektor pendidikan bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua Menuju Lembata Berinovasi, Cerdas Digital, dan Berakar Budaya”, peringatan tahun ini mencerminkan tekad bersama seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pendidikan sebagai tanggung jawab kolektif sekaligus motor kemajuan daerah.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026), memaparkan sejumlah capaian sektor pendidikan berdasarkan data semester I 2026. Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan tercatat mencapai 71,48 dengan predikat Tuntas Pratama, sekaligus menempatkan Lembata di posisi lima besar dari 22 kabupaten/kota di NTT.
Sejumlah indikator juga menunjukkan tren positif. Angka kekerasan fisik di sekolah menurun dari 62,49 persen pada 2024 menjadi 61,42 persen pada 2025. Efektivitas pencegahan penyalahgunaan narkoba, rokok, dan minuman keras meningkat dari 53,99 persen menjadi 68,1 persen. Sementara itu, kemampuan literasi siswa naik dari 63,98 persen menjadi 69,39 persen.
Menurut Petrus, capaian tersebut tidak lepas dari peran tenaga pendidik, terutama guru perempuan dan guru yang bertugas di wilayah pelosok. Ia menilai para guru merupakan garda terdepan dalam mencerdaskan generasi sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.
Pada 2026, Pemkab Lembata menetapkan tiga fokus utama pembangunan pendidikan, yakni penguatan jenjang PAUD, SD, dan SMP. Program yang dijalankan antara lain wajib belajar satu tahun prasekolah, peningkatan mutu pembelajaran, serta penguatan evaluasi melalui try out dan tes akademik.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong peningkatan infrastruktur dan digitalisasi pendidikan. Langkah ini dilakukan melalui rehabilitasi sekolah serta pemberian perangkat digital secara bertahap, termasuk papan integratif dan laptop bagi sekolah.
Upaya tersebut didukung kolaborasi lintas sektor, terutama dalam pencegahan kekerasan terhadap anak, peningkatan literasi, layanan kesehatan sekolah, hingga pemerataan fasilitas pendidikan di daerah terpencil.
Peringatan Hardiknas di Lembata juga diisi berbagai lomba yang melibatkan pelajar, guru, dan masyarakat umum. Penyerahan hadiah dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan partisipasi peserta.
Pemerintah Kabupaten Lembata berharap momentum ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi mampu memperkuat semangat bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan serta membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.










