TVRINews - Timor Tengah Selatan
Upaya mengatasi krisis air bersih di Kampung Tuba, Desa Nule, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), mulai dilakukan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) Kupang. Melalui Satuan Kerja Air Tanah dan Air Baku (Satker ATAB), tim turun langsung ke lapangan untuk mengidentifikasi potensi sumber air baku yang akan menjadi dasar pembangunan jaringan air bersih.
Kepala Satker ATAB BBWS NT II Kupang, Jhony Doga, mengatakan survei dilakukan di tiga titik, meliputi dua mata air dan satu lokasi yang direncanakan sebagai sumur bor.

“Kami telah mengidentifikasi dua titik mata air dan satu titik rencana sumur bor. Hasil analisis awal menunjukkan pengeboran tidak memungkinkan karena lapisan tanah tidak mengandung air,” ujar Jhony saat memimpin survei, Sabtu, 5 September 2026.
Meski demikian, tim menemukan satu mata air dengan debit sekitar 1,5 liter per detik pada musim kemarau. Debit tersebut masih akan diuji kembali saat musim kemarau puncak sebagai dasar penyusunan desain pembangunan air baku untuk melayani tiga RT di Desa Nule.
Menurut Jhony, hasil identifikasi juga akan digunakan untuk menentukan spesifikasi pompa serta sistem distribusi air yang direncanakan dibangun pada 2027.
“Karena sumber air tidak ada di atas gunung, alternatifnya mengambil air dari mata air di dasar sungai. Itu yang akan kami rancang agar air bisa dialirkan lebih dekat ke permukiman,” jelasnya.
Salah satu solusi yang disiapkan ialah pembangunan Hidran Umum (HU) sehingga warga tidak lagi menempuh perjalanan jauh untuk memperoleh air bersih.
Kepala Desa Nule, Elky Selan, mengungkapkan dari 23 RT yang ada di desanya, terdapat lima RT yang hingga kini masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Selama puluhan tahun, warga harus berjalan sekitar 5–6 kilometer melewati pegunungan dan jalan terjal untuk mengambil air dari mata air.
“Yang kami butuhkan adalah air untuk minum dan memasak. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa dibangun agar masyarakat tidak lagi kesulitan,” katanya.
Elky menyebut pembangunan infrastruktur dasar di wilayahnya mulai mengalami kemajuan, mulai dari masuknya aliran listrik hingga akses jalan. Namun, ketersediaan air bersih masih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat Kampung Tuba.
BBWS NT II Kupang menegaskan komitmennya untuk mendukung penyediaan air bersih di daerah-daerah yang mengalami krisis air. Hasil survei di Kampung Tuba akan menjadi dasar pengusulan program pembangunan air baku agar akses air bersih bagi masyarakat dapat segera terwujud.










