TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, terus mendorong transformasi sektor peternakan menuju sistem yang lebih modern melalui penerapan teknologi, penguatan sumber daya manusia (SDM), serta kolaborasi berbagai pihak. Upaya tersebut diyakini mampu meningkatkan produktivitas peternakan sekaligus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten TTU, Trimeldus T. Tonbesi, mengatakan daerahnya memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi salah satu sentra peternakan modern di Nusa Tenggara Timur. Ketersediaan lahan, sumber daya lokal, serta semangat para peternak dinilai menjadi modal utama yang perlu diperkuat melalui pemanfaatan teknologi dan tata kelola usaha yang lebih profesional.
"TTU memiliki lahan yang luas, sumber daya lokal yang memadai, dan peternak yang ulet. Yang dibutuhkan saat ini adalah sentuhan teknologi dan manajemen modern agar hasil peternakan mampu bersaing di pasar yang lebih luas," ujar Trimeldus, Jumat (19/6).
Menurutnya, transformasi peternakan modern di TTU dilakukan melalui sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan penyediaan infrastruktur dasar yang memadai, seperti kandang berstandar, akses air bersih, serta penguatan layanan kesehatan hewan guna mendukung produktivitas ternak.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan pakan berbasis sumber daya lokal untuk menekan biaya produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha peternakan. Pemanfaatan teknologi digital mulai diterapkan dalam berbagai aktivitas peternakan, mulai dari pencatatan produksi harian, pemantauan kesehatan ternak, hingga pemasaran hasil peternakan secara daring.
"Dengan dukungan teknologi, peternak dapat mengetahui jadwal vaksinasi, memantau perkembangan bobot ternak, hingga memperoleh akses pasar yang lebih luas dengan harga yang kompetitif. Efisiensi usaha meningkat dan pendapatan peternak juga berpotensi bertambah," jelasnya.
Penguatan kapasitas SDM juga menjadi fokus pemerintah daerah. Kelompok-kelompok peternak didorong untuk mengikuti pelatihan manajemen usaha, pendampingan teknis, serta difasilitasi dalam mengakses permodalan melalui perbankan maupun program-program pemerintah.
Trimeldus menambahkan, pola pemeliharaan ternak yang masih dilakukan secara tradisional secara bertahap diarahkan menjadi sistem yang lebih terukur, efektif, dan berkelanjutan. Untuk mendukung transformasi tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat terus diperkuat guna membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Kami ingin sektor peternakan di TTU berkembang tidak hanya dari sisi jumlah ternak, tetapi juga kualitas, produktivitas, dan daya saingnya. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis TTU dapat menjadi salah satu sentra peternakan modern di NTT," katanya.
Jika dijalankan secara konsisten, Kabupaten TTU diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan peternakan modern di Nusa Tenggara Timur. Kehadiran sektor peternakan yang maju diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan rumah tangga peternak, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
"Bersama membangun peternakan modern TTU yang maju, produktif, dan sejahtera," menjadi semangat yang terus digaungkan dalam upaya mewujudkan sektor peternakan yang berdaya saing dan berkelanjutan di Kabupaten Timor Tengah Utara.










