TVRINews, Flores Timur
Angin kencang yang melanda wilayah pesisir Kota Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik Jalan Trans Flores. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi tersebut dipicu oleh aktifnya angin monsun timur.
Kepala Stasiun Meteorologi Kupang, Sti Nenot’ek, mengatakan angin monsun timur merupakan fenomena tahunan yang terjadi pada musim kemarau dan umumnya berlangsung mulai Juni hingga September.
“Angin monsun timur ini setiap tahun terjadi dan menyebabkan angin kencang di wilayah NTT, mulai bulan Juni hingga September,” kata Sti Nenot’ek kepada tvrinews.com pada Jumat, 11 September 2026.
Menurutnya, masih aktifnya angin monsun timur turut memengaruhi kondisi cuaca di NTT dengan menurunkan pertumbuhan awan serta menyebabkan suhu udara lebih dingin pada malam hingga dini hari.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai angin kencang yang bersifat kering karena berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, pengendara yang melintasi jalur Trans Flores diminta lebih berhati-hati, terutama di kawasan yang rawan pohon tumbang.
Sementara itu, dampak angin kencang terpantau menyebabkan sejumlah pohon tumbang di wilayah Desa Lamawalang, Kecamatan Larantuka. Pohon yang tumbang sempat mengganggu arus lalu lintas kendaraan di jalur utama penghubung antar kabupaten di Pulau Flores, meski akses jalan kembali dapat dilalui setelah dilakukan penanganan.










