TVRINews, NTT
Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena memastikan perbaikan total Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aeramo, Kabupaten Nagekeo, dipercepat setelah fasilitas rumah sakit terdampak gempa.
Selain memastikan keberlangsungan pelayanan kesehatan, Gubernur Melki juga meminta pemerintah daerah memberikan perhatian khusus kepada tenaga kesehatan yang turut terdampak bencana. Hal tersebut disampaikan Melki saat meninjau RSUD Aeramo.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur didampingi Bupati Nagekeo Simplisius Donatus dan Direktur RSUD Aeramo dr. Chandrawati.
Melki meninjau langsung operasional rumah sakit lapangan yang didirikan di halaman RSUD Aeramo. Ia juga menyapa pasien serta tenaga kesehatan yang tetap memberikan pelayanan di tengah kondisi pascagempa.
Menurut Melki, kondisi gedung RSUD Aeramo membutuhkan penanganan serius. Pemerintah Provinsi NTT akan mendorong percepatan perbaikan total, terlebih kondisi bangunan tersebut telah menjadi perhatian Menteri Kesehatan.
“Gedung ini memang harus diganti. Ini sudah dalam perhatian Menteri Kesehatan. Kita tunggu semua data masuk,” ujar Melki, dikutip Kamis, 10 September 2026.
Pasca-gempa, sejumlah pelayanan RSUD Aeramo terpaksa dilakukan di luar gedung dengan memanfaatkan tenda dan fasilitas sementara.
Di tengah kondisi tersebut, tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan meski mereka juga menjadi bagian dari masyarakat yang terdampak bencana.
“Malam dingin, siang panas. Tetapi tenaga kesehatan tetap memberikan pelayanan. Walaupun mereka sendiri terdampak, pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan,” kata Melki.
Gubernur menilai kondisi tersebut menunjukkan dedikasi para tenaga kesehatan dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan medis di tengah situasi darurat.
Meski fasilitas terbatas, aktivitas pelayanan RSUD Aeramo tetap berjalan. Tercatat sekitar 109 kunjungan rawat jalan dan 38 pasien menjalani rawat inap.
Pelayanan medis, termasuk tindakan operasi, juga tetap dilakukan. Dari dua ruang operasi yang tersedia, hampir 80 tindakan operasi telah dilaksanakan.
Bahkan, sejumlah tindakan operasi tetap berlangsung saat gempa terjadi. Kondisi tersebut mendapat apresiasi khusus dari Gubernur Melki.
“Pada saat gempa pun tetap melakukan operasi. Ini luar biasa. Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang tetap memberikan pelayanan dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.
Melki juga meninjau ruang operasi dan sejumlah fasilitas rumah sakit untuk memastikan kesiapan pelayanan, terutama menghadapi musim hujan.
Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat segera melakukan penanganan terhadap bagian fasilitas yang masih dapat digunakan, sekaligus memastikan rumah sakit siap menghadapi curah hujan.
“Kita berburu waktu dengan musim hujan. Karena itu, persiapan harus dilakukan sekarang,” tegasnya.
Menurut Melki, penanganan sementara tetap harus dilakukan agar pelayanan kesehatan tidak terhenti. Namun, perbaikan total RSUD Aeramo harus segera diproses agar rumah sakit dapat kembali berfungsi secara optimal.
“Yang sementara kita tangani agar pelayanan tetap berjalan. Tetapi perbaikan total harus dipercepat. Kita tidak boleh menunggu terlalu lama,” katanya.
Di tengah kondisi pascagempa, pelayanan rawat inap RSUD Aeramo juga tetap berlangsung selama 24 jam. Tiga ruang rawat inap dengan kategori hijau masih dapat digunakan untuk pelayanan, termasuk untuk merawat lima bayi.
Gubernur Melki menyempatkan diri menyapa para pasien dan memastikan pelayanan kesehatan tetap diberikan secara optimal selama masa pemulihan.
Selain persoalan fasilitas, perhatian Gubernur juga diarahkan kepada para tenaga kesehatan yang terdampak gempa.
Melki meminta Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo beserta jajaran melakukan pendataan menyeluruh terhadap tenaga kesehatan yang rumah atau tempat tinggalnya mengalami kerusakan akibat gempa.
Menurutnya, para nakes merupakan garda terdepan dalam penanganan bencana. Mereka tetap bekerja memberikan pelayanan kepada masyarakat meski sebagian di antaranya juga mengalami kerusakan tempat tinggal.
“Pak Bupati, para nakes kita ini sekalipun mereka juga terdampak, ada yang rumahnya juga rusak berat dan berbagai kerusakan yang lainnya, tapi mereka masih berdiri di garda terdepan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam situasi yang tidak mudah ini,” tegas Melki.
Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian khusus kepada para tenaga kesehatan, termasuk memastikan rumah mereka yang rusak segera didata dan mendapatkan bantuan sesuai kebutuhan.
“Saya minta agar ini diberi atensi khusus untuk para nakes. Harus didata betul rumah-rumah mereka yang rusak dan harus dibantu,” lanjutnya.
Peninjauan RSUD Aeramo menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT memastikan layanan dasar, khususnya kesehatan, tetap berjalan di tengah masa pemulihan pascagempa.
Pemerintah juga memastikan penanganan kerusakan fasilitas rumah sakit dilakukan berdasarkan pendataan dan rekomendasi teknis, sehingga proses perbaikan dapat berlangsung cepat, tepat, dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.










