TVRINews, Ende
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ende terus mendorong pembinaan warga binaan melalui program ketahanan pangan. Program ini memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk belajar, bekerja, serta mengembangkan keterampilan produktif sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.
Program ketahanan pangan ini dilaksanakan untuk mendukung program Asta Cita Presiden. Dalam pelaksanaannya, warga binaan dilibatkan secara langsung dalam berbagai kegiatan produktif, di antaranya pengelolaan pertanian dan budidaya ikan air tawar.
Kepala Lapas Kelas IIB Ende, Rommy Waskita Pembudi, menyampaikan bahwa hasil pertanian dan budidaya ikan air tawar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam lapas. Selain itu, hasil produksi tersebut juga dipasarkan kepada masyarakat umum dan disuplai kepada sejumlah mitra dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Program ini tidak hanya bertujuan mendukung ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bagian penting dari proses pembinaan warga binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat," kata Rommy dikutip Sabtu, 17 Oktober 2026.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan diharapkan mampu memperoleh pengalaman kerja, memahami proses produksi pangan, serta mengembangkan kemampuan yang dapat digunakan untuk membuka peluang usaha maupun mendapatkan pekerjaan setelah bebas.
Program ini juga menjadi bentuk upaya Lapas Kelas IIB Ende dalam membangun kemandirian dan meningkatkan produktivitas warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Dengan adanya program ketahanan pangan, Lapas Kelas IIB Ende tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui produksi pangan yang berkelanjutan.
Ke depan, keterampilan yang diperoleh warga binaan diharapkan dapat menjadi modal untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik, mandiri, dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.










