TVRINews, Labuan Bajo
Otoritas Manggarai Barat mempercepat distribusi logistik ke wilayah terdampak gempa bumi di Kecamatan Sano Nggoang guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
Upaya penanganan pascabencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terus diperkuat. Pada Senin 17 Agustus 2026, sinergi lintas instansi yang melibatkan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan logistik bagi warga di Kecamatan Sano Nggoang yang terdampak guncangan seismik.
Aksi tanggap darurat ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat yang menghadapi situasi kritis. Bantuan utama berupa satu ton beras disalurkan sebagai langkah awal untuk meringankan beban ekonomi warga yang terganggu akibat bencana.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian M., yang memimpin langsung proses pendistribusian tersebut, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh elemen pemerintah dalam situasi kedaruratan.

(Foto: Erasmus Nagi Noi)
"Kami hadir untuk mendukung langkah Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam memastikan bantuan tersalurkan secara efektif kepada warga yang paling membutuhkan. Harapan kami, dukungan ini dapat menjadi penopang bagi masyarakat agar segera pulih dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah situasi yang masih menantang," ujar Charles dalam keterangannya dikutip Selasa 18 Agustus 2026.
Proses distribusi dilakukan setelah melalui koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai Barat. Mengingat luasnya wilayah terdampak yang mencakup 15 desa, pemerintah daerah menerapkan sistem skala prioritas berdasarkan data lapangan.
Camat Sano Nggoang, Alfonsius Arfon, menerima langsung bantuan tersebut untuk diteruskan kepada warga. Fokus distribusi diarahkan pada desa-desa yang mengalami dampak kerusakan fisik paling signifikan, termasuk Desa Golo Mbu dan Desa Golo Ndaring.
Sebanyak 230 kilogram beras disalurkan ke Desa Golo Mbu, sementara Desa Golo Ndaring menerima 310 kilogram. Sisa logistik disiagakan di kantor kecamatan sebagai cadangan strategis untuk desa-desa lainnya.
Selain aspek logistik, kehadiran tim pemerintah di lokasi juga menjadi momentum untuk melakukan penilaian kebutuhan mendesak (rapid assessment). Charles menambahkan bahwa pihaknya terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan pemulihan berjalan komprehensif.
"Kami menyampaikan belasungkawa mendalam bagi para korban. Semoga proses pemulihan dapat berlangsung lancar dan masyarakat senantiasa diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," tambahnya.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat normalisasi kehidupan di Sano Nggoang. Hingga saat ini, pemerintah setempat terus bersiaga menghadapi potensi gempa susulan sambil memastikan seluruh masyarakat mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat berlangsung.










