TVRINews, Oelamasi
Jembatan Asam 3 di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, akhirnya dikerjakan setelah ambruk dan mengalami kerusakan berat beberapa bulan lalu. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur menargetkan jembatan yang menjadi jalur vital Kupang–Soe–Kefamenanu itu akan selesai dikerjakan sebelum musim hujan puncak tiba pada bulan-bulan mendatang.
Kepala BPJN NTT melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Batas Kota Kupang–Kota Soe, Paul Zakarias, mengatakan Jembatan Asam 3 mengalami kerusakan parah akibat terjadinya longsor dan jembatan ambruk beberapa bulan lalu.
"Pelatnya retak, opritnya turun, pondasinya tergerus. Kalau tidak segera diperbaiki, berbahaya bagi pengguna jalan, karena itu langsung ditangani agar tidak menghambat lalu lintas di jalur jalan Timor Raya",ujarnya saat meninjau lokasi jembatan Asam 3 pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Jembatan Asam 3 merupakan jalur utama logistik dan mobilitas warga dari Kota Kupang menuju Kabupaten TTS, TTU, Belu, dan Malaka, termasuk Negara Timor Leste melalui sejumlah pintu perbatasan di Timor Barat.
"Ini jalur utama di pulau Timor, semua angkutan baik Truk, bus, semua lewat sini dengan jumlah kendaraan bisawncapai 2.000 lebih per hari. Makanya harus cepat selesai," katanya.
Dikatakan, Jembatan Asam 3 dikerjakan dengan anggaran APBN senilai Rp15,7 miliar tahun anggaran 2025.
Pekerjaan meliputi penggantian gelagar, penguatan pondasi bore pile, perbaikan oprit, dan pemasangan tembok penahan tebing untuk kiri dan kanan di lokasi jembatan.
"Kita ganti total. Panjang 20 meter, lebar 8 meter. Kita pakai konstruksi baru yang tahan banjir." jelas Paul.
Pantauan di lapangan, material seperti besi dan lainnya sudah berada di lokasi. Pekerja juga mulai melakukan pekerjaan pembesian dan galian sumur bor.
BPJN NTT menargetkan pekerjaan Jembatan Asam 3 rampung dalam waktu 4 bulan atau sebelum Desember 2025.
"Target kami Desember ini sudah fungsional dan sudah bisa dilewati. Kami kejar sebelum hujan deras, karwna kalau sudah hujan pekerjaan sudah bisa tergganggu," ujarnya.
Selama pekerjaan berlangsung, BPJN menyiapkan jembatan darurat di samping jembatan utama agar arus lalu lintas tidak terputus.
"Jembatan darurat sudah kami siapkan. Kendaraan kecil dan angkutan tonase besar bisa lewat. Mohon maaf kalau sedikit macet, tapi ini untuk kebaikan bersama," katanya.
Deny, salah seorang sopir truk jurusan Kupang–Kefamenanu, mengaku senang jembatan tersebut akhirnya diperbaiki.
"Sudah lama rusak, kami lewat harus pelan-pelan. Lobangnya besar. Takut jebol. Kalau sudah diperbaiki baru, kami sopir senang," ujarnya.










