TVRINews, Lombok Tengah
Penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Mandalika tidak hanya difokuskan pada ajang balap dunia, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperluas pasar.
PT MGPA Nusantara Jaya (MGPA) bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) NTB memperkuat kolaborasi penyediaan official merchandise berbasis produk lokal sebagai bagian dari upaya memperbesar dampak ekonomi MotoGP bagi masyarakat.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Pertamina Mandalika International Circuit yang juga merupakan kelanjutan dari program konsinyasi official merchandise pada MotoGP Mandalika 2025 sekaligus memperluas akses pemasaran bagi pelaku ekonomi kreatif NTB melalui ajang balap internasional.
Direktur Utama MGPA Ananda Mikola menyampaikan bahwa ajang balapan internasional ini berperan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
"MotoGP Mandalika bukan sekadar menghadirkan kompetisi balap kelas dunia, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui kolaborasi dengan GEKRAFS, MGPA ingin memberi ruang bagi karya kreatif lokal untuk menjadi bagian dari pengalaman wisatawan sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas," ujar Ananda Mikola.
Produk-produk yang telah melalui proses kurasi dan mendapat persetujuan desain akan dipasarkan sebagai official merchandise melalui Circuit Store di Pertamina Mandalika International Circuit serta kanal penjualan daring yang dikelola MGPA. Kehadiran produk lokal tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di NTB.
Ketua DPW GEKRAFS NTB Yeyen Seprian Rachmat menilai penyelenggaraan MotoGP Mandalika menjadi momentum penting bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperkenalkan karya kepada wisatawan domestik maupun mancanegara. Keberlanjutan kerja sama ini diyakini mendorong lahirnya produk kreatif yang semakin berkualitas dan berdaya saing.
Sementara itu, Direktur Operasional ITDC Troy Reza Warokka sebelumnya menegaskan bahwa pengembangan kawasan The Mandalika kini diarahkan sebagai living destination, bukan sekadar event destination. Setiap penyelenggaraan MotoGP harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui keterlibatan UMKM, pelaku ekonomi kreatif, sektor pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja.
"Berbagai fasilitas baru seperti camping ground, circuit lounge, kawasan UMKM, hingga Mandalika Street Festival disiapkan untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan dan memperbesar perputaran ekonomi di kawasan," jelas Troy Reza Warokka.
Ia juga menambahkan bahwa penjualan tiket MotoGP 2026 menunjukkan tren positif dengan capaian sekitar 45 hingga 50 persen, seiring optimisme penyelenggaraan yang ditargetkan mampu melampaui dampak ekonomi tahun sebelumnya.
Berdasarkan proyeksi ITDC, Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 menargetkan dampak ekonomi lebih dari Rp5 triliun, meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang mencapai sekitar Rp4,96 triliun. Ajang balap dunia tersebut diperkirakan menyerap sedikitnya 3.000 tenaga kerja dan relawan, sekaligus memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga berkelas internasional.
MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026. Berbagai persiapan terus dimatangkan untuk memastikan keberhasilan ajang olahraga dunia sekaligus menjadi pengungkit pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif di Nusa Tenggara Barat.










