TVRINews, Kupang
Venue cabang olahraga Bridge dan Catur untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Politeknik Negeri Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai layak secara teknis untuk menyelenggarakan pertandingan.
Penilaian tersebut diperoleh usai visitasi lapangan yang digelar oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat bersama Technical Delegate (TD) perwakilan cabang olahraga pada Kamis 15 Oktober 2026. Hasil peninjauan menunjukkan fasilitas yang tersedia telah memenuhi kebutuhan dasar pertandingan, meski masih memerlukan sedikit penyempurnaan.
Di sela-sela peninjauan, Technical Delegate Bridge Julian Tosra mengungkapkan bahwa kapasitas serta tata ruang yang tersedia sangat memungkinkan untuk dipakai dalam ajang olahraga nasional tersebut. Pembenahan yang dibutuhkan tergolong minor, meliputi peningkatan kualitas pendingin ruangan, fasilitas MCK atau toilet, serta pencahayaan.
“Dari segi pandang teknis, tempat ini sangat layak dan memungkinkan untuk pelaksanaan pertandingan cabang olahraga Bridge PON 2028 nanti. Tidak perlu banyak perbaikan yang kami membutuhkan. Paling AC, WC atau toilet, sama pencahayaan,” ujar Julian.
Julian menambahkan, luas ruangan yang tersedia cukup memadai untuk kebutuhan laga maupun area pertemuan teknis.
Terkait peta kompetisi, cabang olahraga Bridge sementara direncanakan mempertandingkan delapan nomor pertandingan. Kendati demikian, jajaran pengurus pusat masih berupaya mendorong penambahan alokasi nomor hingga menjadi 12 nomor pada PON 2028 mendatang.
“Rencananya delapan nomor, tetapi kami masih berjuang supaya bisa ditingkatkan menjadi 12 nomor,” katanya.
Sementara itu, Pengurus Provinsi Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Pengprov GABSI) NTT memanfaatkan status sebagai tuan rumah untuk memacu prestasi atlet lokal di panggung nasional.
Ketua Umum Pengprov GABSI NTT Yohanes John da Costa menegaskan pihaknya mematok target medali emas pada gelaran PON 2028. Dari delapan nomor yang direncanakan, GABSI NTT menargetkan minimal memondong satu medali emas.
“Untuk target medali emas, pasti kita ada. Dari delapan nomor itu mungkin minimal satu. Tetapi kalau dalam perjalanan bisa lebih, tentu kita harapkan lebih,” ungkapnya.
Guna mengamankan target tersebut, GABSI NTT telah mematangkan pembinaan atlet sejak dua tahun terakhir melalui metode pemusatan latihan intensif, baik secara tatap muka maupun secara daring.
Latihan tatap muka rutin digelar setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Sedangkan untuk menjaga konsistensi dan intensitas ketangkasan atlet, latihan secara daring dijalankan setiap hari Selasa dan Kamis.
Para atlet yang diproyeksikan berlaga berasal dari berbagai daerah di NTT, dengan memprioritaskan deretan atlet potensial asal Kota Kupang yang telah mengantongi rekam jejak kompetisi nasional. Hasil visitasi di Politeknik Negeri Kupang ini diharapkan segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak terkait demi mematangkan persiapan infrastruktur jelang PON XXII 2028.










