TVRINews – Reo, NTT
Kondisi akses darat yang terhambat akibat longsor memaksa distribusi kebutuhan pokok warga dan pekerja dilakukan melalui jalur laut.
Seluruh unit Aviation Fuel Terminal (AFT) dan Fuel Terminal (FT) Pertamina di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyalurkan bantuan logistik esensial sebagai respons atas dampak bencana yang melumpuhkan sebagian aktivitas ekonomi warga dan operasional perusahaan di wilayah tersebut.
Distribusi bantuan dilakukan melalui jalur laut menggunakan kapal tanker MT PIS Prabumulih milik Pertamina International Shipping. Keputusan untuk beralih ke jalur maritim diambil menyusul terputusnya akses darat di beberapa titik akibat tanah longsor dan kerusakan infrastruktur jalan yang parah.
Kapal tersebut berlayar dari Maumere dan berhasil merapat di Reo pada 19 Agustus 2026, memastikan bantuan tiba di lokasi yang paling membutuhkan.
Bantuan senilai Rp42 juta yang dihimpun secara swadaya ini mencakup komoditas pangan, perlengkapan kesehatan, serta dukungan energi seperti gas untuk kebutuhan memasak.

Pertamina Salurkan Bantuan Logistik Pasca-Gempa Reo (Foto: Erasmus Nagi Noi)
Selain itu, barang-barang kebutuhan rumah tangga, mulai dari alas tidur, perlengkapan kebersihan, hingga peralatan mandi turut didistribusikan untuk meringankan beban masyarakat dan pekerja yang terdampak.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari rasa empati kolektif di internal perusahaan.
"Bantuan ini mencerminkan ikatan solidaritas keluarga besar Pertamina di NTT terhadap rekan-rekan dan masyarakat di Reo. Ketika satu unit berada dalam situasi sulit, seluruh unit lainnya terpanggil untuk bergerak," ujar Ahad dalam pernyataan resminya.
Langkah ini dilakukan merespons kondisi krisis di Reo, di mana pasca-gempa, mayoritas pertokoan masih tutup dan mobilitas warga tetap terbatas. Dengan stok kebutuhan pokok yang menipis akibat gangguan distribusi, dukungan logistik yang cepat menjadi krusial dalam menjaga stabilitas kondisi masyarakat di masa pemulihan.
Kehadiran logistik dari jalur laut ini tidak sekadar menjadi upaya pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga bentuk dukungan moril bagi warga Reo dalam melewati masa transisi pascabencana. Pertamina menyatakan akan terus memantau situasi di lapangan untuk memastikan kebutuhan energi dan logistik esensial tetap terjaga di tengah tantangan geografis yang masih berlangsung.










