TVRINews, Lembata
Aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Sepanjang Juni 2026, gunung api tersebut tercatat telah mengalami erupsi sebanyak tiga kali.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pada Kamis (18/6/2026) pukul 15.55 WITA disertai gemuruh lemah. Kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau 1.723 meter di atas permukaan laut dengan arah sebaran ke barat. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 12 detik.
Erupsi kedua terjadi pada Jumat (19/6/2026) pukul 08.55 WITA. Pada kejadian ini, kolom abu teramati mencapai 700 meter di atas puncak atau sekitar 2.123 meter di atas permukaan laut dengan intensitas tebal dan mengarah ke barat. Aktivitas tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 38,7 milimeter dan durasi sekitar 42 detik.
Sementara itu, erupsi ketiga terjadi pada Senin (22/6/2026) pukul 10.17 WITA. Kolom abu teramati setinggi sekitar 600 meter di atas puncak atau 2.023 meter di atas permukaan laut dengan intensitas tebal dan arah sebaran ke barat. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 16 detik.
PVMBG menyatakan, saat ini Gunung Ile Lewotolok masih berada pada status Level II atau Waspada. Masyarakat, pendaki, maupun wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi.
Selain itu, warga juga diminta mewaspadai potensi bahaya guguran lava, longsoran material, serta awan panas pada sejumlah sektor rawan, yakni selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung.
PVMBG turut mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker guna mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, termasuk risiko gangguan pernapasan, serta menutup sumber air bersih agar tidak terkontaminasi abu.










