TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru Aparatur Sipil Negara (ASN) Daerah melalui penyaluran tunjangan secara tepat waktu dan transparan.
Berdasarkan data yang diperoleh media ini dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Ende, tercatat hingga April 2026 telah menyalurkan tunjangan guru ASN Daerah kepada lebih dari 7 ribu penerima di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Nagekeo.
Kepala KPPN Ende, Agus Setiawan, menyampaikan bahwa penyaluran tunjangan guru ASN Daerah ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memastikan hak para pendidik diterima secara tepat waktu dan tepat jumlah.
"Kami di KPPN Ende terus berupaya menjaga kualitas layanan penyaluran dana, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan. Harapannya, tunjangan ini dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja dan motivasi guru dalam meningkatkan layanan pendidikan di daerah," ujar Agus, dikutip Jumat, 8 Mei 2026.
Menurut Agus, tunjangan Guru ASN Daerah terdiri dari tiga jenis, yakni Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Tambahan Penghasilan (Tamsil), dan Tunjangan Khusus Guru (TKG). Sejak Januari 2025, seluruh tunjangan tersebut disalurkan langsung dari Rekening Kas Umum Negara ke rekening masing-masing penerima guna memastikan ketepatan waktu dan transparansi penyaluran.
Ia menambahkan, TPG diberikan kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik, Tamsil bagi guru ASN yang belum tersertifikasi, sementara TKG diperuntukkan bagi guru yang bertugas di daerah khusus, seperti wilayah terpencil atau daerah dengan keterbatasan tenaga pendidik.
Agus menjelaskan angaran yang disalurkan lebih dari Rp93,5 miliar lebih bentuk perhatian pemerintah.
“Penyaluran tersebut mencakup periode Januari hingga April 2026, dengan total nilai lebih dari Rp93,5 miliar. Dana ini menjadi bentuk nyata perhatian negara dalam mendukung peran strategis guru sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia di daerah," ucapnya.
Agus menyampaikan rincian penyaluran di wilayah kerjanya yakni, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, dan Kabupaten Nagekeo.
“Di Kabupaten Ende penyaluran tunjangan guru ASN Daerah selama empat bulan pertama tahun 2026 telah menjangkau antara 2.297 hingga 2.482 guru setiap bulannya. Total dana yang disalurkan mencapai Rp32.012.959.643. Pada Januari 2026, tunjangan disalurkan kepada 2.482 guru dengan nilai Rp8,04 miliar. Februari menjangkau 2.477 guru dengan nilai Rp8,02 miliar, Maret kepada 2.470 guru dengan nilai Rp7,99 miliar, dan April kepada 2.297 guru dengan nilai Rp7,96 miliar. Penyaluran berlangsung lancar seiring pemutakhiran data kepegawaian. Kabupaten Sikka mencatat total penyaluran terbesar di wilayah kerja KPPN Ende, yakni Rp38.943.256.630 sepanjang Januari hingga April 2026. Jumlah penerima berkisar antara 2.946 hingga 3.205 guru per bulan. Pada Januari, tunjangan disalurkan kepada 2.976 guru dengan nilai Rp9,83 miliar. Februari dan Maret masing-masing menjangkau 2.946 guru dengan nilai sekitar Rp9,7 miliar. April mencatat peningkatan penerima menjadi 3.205 guru, dengan nilai penyaluran tetap stabil sebesar Rp9,69 miliar. Di Kabupaten Nagekeo, total penyaluran tunjangan guru ASN Daerah mencapai Rp22.566.788.031 selama empat bulan pertama tahun 2026. Jumlah penerima berkisar antara 1.601 hingga 1.648 guru. Pada Januari, sebanyak 1.644 guru menerima tunjangan senilai Rp5,52 miliar. Februari dan Maret masing-masing menjangkau 1.646 dan 1.648 guru. April tercatat 1.601 guru dengan nilai penyaluran Rp5,98 miliar," jelas Agus.
Agus juga memasstikan KPPN Ende sebagai perpanjangan tangan Kementerian Keuangan di daerah, memastikan proses penyaluran tunjangan berlangsung akuntabel, tepat waktu, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penyaluran yang tepat waktu diharapkan mampu mendorong semangat dan dedikasi para pendidik dalam mengemban tugasnya, sekaligus memperkuat layanan pendidikan bagi generasi muda di wilayah tersebut.










