TVRINews, Flores Timur
Aktivitas dugaan pengeboman ikan kembali dilaporkan terjadi di perairan Watowutun, bagian selatan Pulau Solor, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Informasi tersebut disampaikan masyarakat Desa Bubu Atagamu, Kecamatan Solor Selatan. Aktivitas pengeboman ikan disebut terjadi pada Jumat pagi, 4 September 2026, sekitar pukul 07.00 WITA.
Menurut keterangan warga, aktivitas tersebut diduga dilakukan oleh dua orang nelayan yang identitasnya belum diketahui. Keduanya disebut menggunakan satu unit perahu dan melintas di perairan Watowutun yang dikenal masyarakat sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi sumber daya laut.
Saat berada di lokasi, kedua nelayan tersebut diduga melepaskan bahan peledak untuk menangkap ikan.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, aktivitas serupa diduga bukan kali pertama terjadi di kawasan tersebut.
“Bom ikan dilepaskan persis di Watowutun. Sepengetahuan kami, kawasan itu merupakan wilayah yang perlu dijaga karena memiliki ekosistem laut. Namun, aktivitas seperti ini masih terjadi dan kami berharap ada penindakan dari pihak yang berwenang,” ujar sumber kepada TVRINews, Jumat, 4 September 2026.
Masyarakat menilai praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak dapat mengancam keberlangsungan ekosistem laut. Kerusakan tidak hanya berdampak pada ikan yang menjadi sasaran, tetapi juga berbagai organisme lain yang berada di sekitar lokasi ledakan.
Ledakan bahan peledak di bawah laut dapat merusak terumbu karang yang menjadi habitat dan tempat berkembang biak berbagai jenis biota laut. Kerusakan tersebut juga membutuhkan waktu lama untuk kembali pulih secara alami.
Selain mengancam ekosistem, penggunaan bom ikan dinilai dapat merugikan nelayan dalam jangka panjang. Rusaknya terumbu karang dan habitat ikan berpotensi mengurangi populasi ikan serta hasil tangkapan nelayan tradisional.
Warga berharap informasi mengenai dugaan aktivitas pengeboman ikan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat dan instansi terkait. Pengawasan di wilayah perairan juga dinilai perlu diperkuat untuk mencegah praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan.
Masyarakat juga mengimbau seluruh nelayan untuk menggunakan metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan demi menjaga keberlanjutan sumber daya laut bagi generasi mendatang.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari aparat penegak hukum maupun instansi berwenang terkait dugaan aktivitas pengeboman ikan di perairan Watowutun tersebut.










