TVRINews, Lembata
Tim arkeolog Indonesia dan China berhasil menemukan jejak kehidupan manusia purba di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Temuan tersebut diperkirakan berasal dari aktivitas manusia yang pernah mendiami Pulau Lomblen sekitar 2.800 hingga 3.000 tahun lalu.
Penelitian arkeologi berskala internasional ini mulai dilakukan sejak Senin (3/8/2026) di kawasan belakang Polres Lembata, Kelurahan Lewoleba Tengah, Kecamatan Nubatukan.
Dalam proses ekskavasi, tim peneliti menemukan sejumlah benda peninggalan prasejarah, di antaranya pecahan gerabah, cangkang kerang, serta siput yang diduga berkaitan dengan aktivitas kehidupan manusia pada masa lampau.
Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi antara Pusat Studi Peradaban Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Center for Prehistory and Austronesian Studies (CPAS) Jakarta, School of Archaeology and Museology Peking University Beijing, serta Fujian Provincial Institute of Archaeological Research.
Tim arkeolog Indonesia dipimpin Profesor Truman Simanjuntak bersama Ir. Ferry F. Karwur, M.Sc., Ph.D., sementara tim peneliti dari China dipimpin Assistant Professor Zhenhua Deng dan Changfu Wei.
Selain mengungkap keberadaan manusia purba, penelitian ini juga bertujuan mengetahui hubungan antara masyarakat prasejarah di Pulau Lembata dengan penduduk yang masih mendiami wilayah tersebut saat ini melalui kajian genetika dan antropologi.
Hingga kini, proses penggalian masih terus berlangsung di sejumlah titik penelitian. Tim arkeolog melakukan ekskavasi secara bertahap dengan mengupas lapisan tanah secara hati-hati untuk menjaga keutuhan setiap artefak dan tinggalan budaya yang ditemukan.
Melalui penelitian ini, para ahli berharap dapat memperkaya sejarah perjalanan manusia prasejarah di kawasan timur Indonesia sekaligus membuka pemahaman baru mengenai perkembangan budaya masyarakat di Pulau Lembata.









