TVRINews, Lembata
Pemerintah Kabupaten Lembata menjalin kerja sama dengan Universitas Abdi Karya Indonesia (UNAKI) Semarang untuk membuka kesempatan kuliah sambil bekerja bagi generasi muda Lembata. Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi.
Kerja sama tersebut dibahas di ruang kerja Bupati Lembata pada Jumat, 29 Mei 2026. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Lembata, Rafael Betekeneng, S.H., mengatakan program tersebut merupakan program resmi Pemerintah Kabupaten Lembata di bawah arahan langsung Bupati Lembata.
Kepada TVRINews, Rafael Betekeneng menjelaskan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Lembata dan Universitas Abdi Karya Indonesia menjadi kolaborasi pertama yang dilakukan pemerintah daerah melalui skema pendidikan sambil bekerja.
Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyebut program kuliah sambil bekerja menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memberikan kesempatan kepada generasi muda memperoleh pendidikan tinggi sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
“Sebanyak 21 peserta gelombang pertama dijadwalkan berangkat menuju Semarang pada Sabtu, 30 Mei 2026 menggunakan Kapal KM Lawit. Jumlah peserta disesuaikan dengan kapasitas penginapan yang tersedia,” terang Petrus, Jumat, 29 Mei 2026.
Sebelum memulai perkuliahan dan bekerja, para peserta akan mengikuti pelatihan selama kurang lebih tiga minggu. Program ini dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Setelah peserta gelombang pertama menyelesaikan pelatihan dan mulai bekerja, peserta gelombang berikutnya akan diberangkatkan.
Pemerintah Kabupaten Lembata juga berkomitmen terus melakukan pemantauan dan koordinasi bersama pihak kampus. Bupati Lembata berpesan kepada para peserta agar menjaga nama baik keluarga dan Kabupaten Lembata dengan menjunjung disiplin serta tanggung jawab selama menempuh pendidikan.










