TVRINews, Flores Timur
Aktivitas erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat meningkat dengan enam kali letusan pada Selasa (9/6/2026). Meski demikian, operasional tiga bandara di Pulau Flores dipastikan tetap berjalan normal.
Kepala Bandar Udara Gewayantana Larantuka, Puguh Lukito, dalam laporan tertulisnya menyampaikan bahwa aktivitas penerbangan tidak terdampak sebaran abu vulkanik dan tetap beroperasi sesuai jadwal yang disusun maskapai secara dinamis.
“Penerbangan normal dan tidak terdampak abu vulkanik erupsi. Hari ini ada dua kali penerbangan rute Larantuka–Kupang,” ujar Puguh.
Hal senada disampaikan Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Partahian Panjaitan, yang memastikan seluruh layanan penerbangan di bandara tersebut tetap berjalan sesuai jadwal reguler.
“Bandara Frans Seda Maumere hari ini beroperasi normal,” ujarnya.
Sementara itu, Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende yang sebelumnya sempat terdampak sebaran abu vulkanik pada 7 Juni 2026, kini juga kembali beroperasi normal. Kepala Bandara Ende, Hariyanto, menjelaskan bahwa operasional penerbangan dipantau melalui pengamatan lapangan dan hasil paper test secara berkala.
“Normal atau tidaknya penerbangan sangat bergantung pada hasil pengamatan di lapangan dan paper test yang dilakukan secara berkala untuk memantau sebaran abu vulkanik,” kata Hariyanto.
Ia juga mengimbau masyarakat dan pengguna jasa transportasi udara untuk selalu memantau jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing serta mengikuti arahan pihak berwenang.
Dari data pemantauan aktivitas vulkanik, Gunung Lewotobi Laki-Laki tercatat mengalami enam kali erupsi dalam kurun waktu dini hingga pagi hari. Erupsi pertama terjadi pukul 01.29 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai 1.200 meter di atas puncak atau sekitar 2.784 meter di atas permukaan laut.
Erupsi kedua terjadi pukul 04.38 WITA dengan tinggi kolom abu 800 meter, disusul erupsi ketiga pukul 05.31 WITA dengan tinggi 1.000 meter. Erupsi keempat terjadi pukul 06.21 WITA, kemudian erupsi kelima pukul 08.03 WITA, dan erupsi keenam pukul 08.30 WITA dengan tinggi kolom abu bervariasi antara 600 hingga 1.000 meter.
Seluruh erupsi tercatat memiliki kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang dominan mengarah ke barat dan barat laut. Aktivitas tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum berkisar antara 24,4 hingga 47,3 mm serta durasi erupsi antara 49 detik hingga 3 menit 4 detik.
Hingga kini, pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki guna memastikan keselamatan masyarakat serta kelancaran aktivitas penerbangan di wilayah Flores dan sekitarnya.










