TVRINews, Manggarai Timur
Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) berkolaborasi bersama Pemda Matim bergerak cepat menangani longsor yang menutup saluran irigasi primer di Daerah Irigasi (DI) Wae Dingin, Sub DI Wae Laku, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Longsor yang terjadi akibat gempa M7.7 yang mengguncang Pulau Flores sejak 15 Agustus 2026 tersebut menutup sekitar 30 meter badan saluran irigasi. Material longsoran membuat aliran air terputus sehingga tidak dapat mengairi lahan pertanian masyarakat.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur menurunkan dua unit alat berat ke lokasi sejak 21 Agustus 2026 untuk mempercepat proses pembersihan material longsor sekaligus membuka kembali jalur aliran air.

Penanganan ini menjadi penting karena saluran tersebut merupakan salah satu infrastruktur vital bagi kebutuhan pertanian masyarakat di wilayah Sub DI Wae Laku. Terputusnya aliran air berpotensi mengganggu aktivitas pertanian apabila tidak segera ditangani.
Tim di lapangan kini fokus mengevakuasi material longsoran yang menutup saluran. Dengan dukungan dua alat berat, proses pembersihan diharapkan dapat berlangsung lebih cepat sehingga distribusi air irigasi kembali normal.
Selanjutnya Tim dari BBWS NT II akan membangun kembali saluran irigasi yang rusak karena longsor.
Langkah cepat kolaborasi antara BBWS NT II dan Pemda setempat ini menunjukkan upaya pemerintah untuk memastikan infrastruktur sumber daya air yang terdampak bencana dapat segera difungsikan kembali, sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat.
Masyarakat di sekitar lokasi berharap penanganan tersebut dapat segera menuntaskan sumbatan sepanjang 30 meter dan mengembalikan aliran air ke lahan-lahan pertanian yang selama beberapa hari terdampak akibat longsor.










