TVRINews, Kupang
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi organisasi sekaligus menyusun strategi pengembangan olahraga prestasi di daerah.
Ketua Umum KONI NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan Rakerda tidak hanya berfungsi sebagai forum penyusunan program kerja, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk meninjau perjalanan organisasi selama periode sebelumnya.
"Kita ingin berada dalam ruang refleksi. Akan ada catatan terkait perjalanan KONI NTT selama ini yang dapat menjadi bahan evaluasi untuk mempersiapkan berbagai agenda olahraga di masa mendatang," kata Melki saat memberikan pengantar menjelang pelaksanaan Rakerda KONI NTT, Jumat, 19 Juni 2026.
Menurut Melki, hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan, termasuk persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Salah satu agenda utama Rakerda adalah merumuskan program kerja strategis KONI NTT pada periode kepengurusan saat ini. Selain itu, peserta diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperkuat pembinaan olahraga prestasi di NTT.
Rakerda juga menjadi forum bagi anggota KONI dan cabang olahraga untuk membahas serta menetapkan program prioritas yang akan dijalankan selama masa kepengurusan.
Dalam bidang pembinaan prestasi, Melki menilai paradigma pengembangan atlet terus mengalami perubahan. Karena itu, KONI NTT akan memberikan perhatian lebih kepada atlet-atlet potensial yang memiliki peluang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Ia mencontohkan capaian atlet disabilitas NTT yang mampu mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional. Prestasi tersebut menunjukkan atlet daerah memiliki kemampuan bersaing di level dunia apabila memperoleh dukungan yang memadai.
"Kita ingin atlet-atlet yang memiliki potensi prestasi nasional dan internasional mendapatkan dukungan yang lebih baik agar mampu berkembang dan membawa nama NTT maupun Indonesia," ujarnya.
Selain pembinaan atlet, Rakerda juga membahas penguatan sinergi antara KONI dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah pusat, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga.
Melki menekankan pentingnya membangun ekosistem olahraga yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, olahraga perlu dipandang sebagai industri yang memiliki nilai ekonomi besar dan berkelanjutan.
Ia mencontohkan sejumlah kegiatan olahraga berskala nasional yang mampu menciptakan perputaran ekonomi hingga ratusan miliar rupiah serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
"Ke depan kita ingin olahraga di NTT tidak hanya bergantung pada APBD. Kalau bisa, olahraga juga mampu membiayai dirinya sendiri melalui pengembangan industri olahraga yang sehat dan berkelanjutan," tegas Melki.
Melalui Rakerda 2026, KONI NTT berharap dapat menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang menjadi pedoman dalam pengembangan olahraga prestasi, penguatan organisasi, serta peningkatan kontribusi sektor olahraga terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Rekomendasi yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan program kerja KONI NTT selama masa kepengurusan saat ini sekaligus menjadi langkah awal menuju peningkatan prestasi olahraga NTT di tingkat nasional maupun internasional.










