TVRINews, Flores Timur
Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih tergolong tinggi. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) periode pengamatan Selasa (28/7/2026) pukul 00.00–06.00 WITA, gunung berstatus Level III (Siaga) itu mengalami empat kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 300 hingga 1.200 meter di atas puncak.
PVMBG melaporkan, kondisi cuaca di sekitar gunung selama periode pengamatan terpantau cerah hingga berawan dengan angin bertiup lemah ke arah utara, barat, dan barat laut. Secara visual, asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis terlihat membumbung setinggi 50 hingga 100 meter di atas puncak.
Selain erupsi, aliran lava masih teramati mengarah ke sektor barat–barat laut sejauh sekitar 3.800 meter, serta ke arah timur laut sejauh kurang lebih 4.340 meter dari pusat erupsi.
Dari hasil pemantauan kegempaan, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih cukup intens. Dalam kurun enam jam, PVMBG mencatat empat gempa letusan dengan amplitudo 22,2–44,4 milimeter dan durasi 82–284 detik. Selain itu, terekam satu gempa hembusan, tiga tremor nonharmonik, satu gempa frekuensi rendah, satu gempa tektonik lokal, dan satu gempa tektonik jauh.
Hingga kini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada Level III (Siaga). PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
"Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya," demikian imbauan PVMBG.
PVMBG juga mengingatkan warga yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar hujan saat terjadi hujan berintensitas tinggi. Wilayah yang diminta waspada meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Sementara itu, masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan abu.
PVMBG menegaskan akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki serta berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah daerah, dan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, untuk menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat.









