TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Dampak erupsi dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) sebabkan gangguan pelayanan pelayaran kapal laut, penerbangan hingga aktivitas masyarakat. Penyebabnya mulai dari angin kencang, gelombang tinggi dan erupsi dua gunung api aktif di Kabupaten Flores Timur dan Lembata.
"Kalau penyeberangan laut saat ini masih dibatasi akibat cuaca ekstrem gelombang tinggi dan angin kencang, sesuai dengan imbauan peringatan dini oleh otoritas berwenang. Sementara pelayaran hari ini, hanya dibuka untuk jarak dekat dengan rute Kupang-Semau," jelas Kepala Pos Pelabuhan Laut Bolok, Aiptu Apolonaris Ola Samon kepada tvrinews.com, Rabu, 29 Juli 2026.
Sementara untuk pelayanan penerbangan rute Larantuka-Kupang, Kepala Bandara Gewayantana Larantuka, Puguh Lukito, menjelaskan bahwa dari informasi resmi pihak maskapai Wings Air, penerbangan sudah ditutup sementara semenjak tanggal 25 sampai 31 Juli 2026.
"Selamat sore rekan media, izin menyampaikan surat dari pihak Wings Air. Penerbangan ditutup sementara karena dampak dari erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki," kata Puguh Lukito dalam keterangan resminya.
Aktivitas Gunung Api Lewotobi Laki-laki hingga saat ini masih tinggi. Dari catatan terakhir Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG), terekam pukul 15.39 WITA. Gunung Api Lewotobi Laki- Laki kembali erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 800 meter di atas puncak atau 2.384 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22.2 mm dan durasi 1 menit 46 detik," tulis Petugas Pengamatan Gunung Api (PGA), Herman Yosef Mboro di Desa Pululera.
Selain itu, Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata juga mengalami erupsi, pukul 13:07 WITA. Tinggi kolom abu teramati 600 meter di atas puncak atau 2.023 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara.

"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 6.6 mm dan durasi kurang lebih 38 detik, disertai gemuruh lemah hingga sedang, saat ini status gunung berada pada level II (Waspada)." Demikian isi laporan resmi PVMBG melalui grub resmi WhatsAPP mitigasi bencana, Kabupaten Lembata.
Selain dampak bencana alam gunung api, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga merilis informasi gelombang tinggi di wilayah perairan NTT yang mengakibatkan pelayaran jarak panjang antar pulau ditutup sementara.
Sesuai hasil analisis pihak BMKG, kondisi sipnotik pola angin di wilayah Nusa Tenggara Timur umumnya bergerak dari timur tenggara dengan kecepatan angin berkisar 10 – 35 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sape dan Perairan Flores.
Kemudian selat Flores - Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Perairan selatan Alor - Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu – Raijua, Perairan utara Timor, Perairan Utara Kupang – Rote, Selat Pukuafu, Perairan Selatan Timor - Rote, Perairan Labuan Bajo, dan Perairan Taman Nasional Komodo yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di wilayah perairan tersebut.
Diketahui berdasarkan kondisi sipnotik, BMKG prakirakan gelombang tinggi kategori Sedang 1.25 - 2.0 meter akan terjadi di wilayah Perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur, mulai periode 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.









