TVRINews, Kupang
Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) Kupang mulai melakukan identifikasi dini terhadap kerusakan Daerah Irigasi (DI) Linamnutu di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Langkah ini diambil setelah menerima laporan dari Pemerintah Desa dan kelompok tani di Daerah Irigasi Linamnutu terkait kondisi jaringan irigasi yang tidak berfungsi optimal di musim tanam kedua akibat adanya endapan sedimen dan kebocoran pada saluran irigasi yang ada.
“Tim teknis kami dari BBWS NT II sudah turun langsung ke lapangan pada hari sabtu malam 01 Agustus 2026 untuk memetakan titik-titik kerusakan mulai dari intake, saluran primer hingga pintu air," kata PLH Kepala BBWS NT-II Kupang, Frengky Welkis, dikutip Rabu, 5 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil identifikasi awal di lapangan, beberapa kerusakan yang ditemukan, antara lain adanya endapan sedimentasi Berat pada saluran sekunder sepanjang ±2 kilometer yang tertutup lumpur dan material sehingga debit air berkurang.

Selain itu juga terdapat pintu air yang sudah mulai rusak, yakni 3 dari 5 pintu air tidak dapat dioperasikan karena karat dan engselnya sudah patah.
“Setelah kita lakukan pengerukan di dalam saluran, terdapat pecahan pada saluran yang mengakibatkan adanya resapan pada saluran yang hampir terjadi di seluruh saluran. Selain itu juga ada tanggul yang longsor yakni ada 2 titik tanggul mengalami longsor ringan akibat hujan di awal tahun, ada juga beberapa ruas saluran mengalami rembesan sehingga air tidak sampai ke petak sawah secara optimal," ujar Frengky.
Menurutnya, identifikasi ini sangat penting untuk menentukan skala prioritas penanganan nanti, karena sebagai daerah irigasi yang melayani sedikitnya 2.500 hektar lahan pertanian mulai dari Linamnutu hingga dataran Bena harus ditangani lebih cepat.
“Kami data semua kerusakan, nanti hasilnya jadi dasar untuk usulan kegiatan OP atau rehabilitasi DI Linamnutu besar yang ditangani oleh Satker Irigasi dengan targetnya air bisa sampai ke lahan petani," katanya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Linamnutu, Rony, menyambut baik langkah cepat pihak BBWS NT II kupang yang dengan cepat turun lapangan dan melakukan identifikasi dini terhadap kerusakan di lokasi DI Linamnutu.
"Kami sudah lama tunggu, kalau cepat ditangani di musim tanam tahun depan sawah kami bisa olah penuh lagi seperti tahun-tahun awal bendung linamnutu dibangun," kata Rony.
Karena itu, mereka berharap agar kerusakan yang terjadi di DI Linamnutu ini segera ditangani sehingga dapat membantu meningkatkan hasil panen petani, baik di Linamnutu maupun di dataran Bena di musim tanam akan datang.









