TVRINews, Nusa Tenggara TImur
Memasuki hari keenam pascagempa bermagnitudo 7,7 di Flores, pelayanan keimigrasian di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, tetap berjalan tanpa terhenti meski kini beroperasi di tenda darurat. Keputusan tersebut diambil setelah gempa susulan terus terjadi sehingga petugas harus berulang kali berlari keluar gedung dan tidak memungkinkan untuk bekerja di dalam bangunan.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Labuan Bajo, Charles Christian Matthaus, menegaskan bahwa layanan izin tinggal warga negara asing (WNA) tetap aktif dan hanya beradaptasi demi keselamatan bersama.
"Kami pastikan sistem dan layanan tetap berjalan, meski saat ini beroperasi di tenda darurat demi keselamatan," ujarnya kepada media ini, Jumat, 18 Agustus 2026.
Amir Husain (53), warga negara India yang baru tiba di Labuan Bajo dua minggu lalu, memuji dedikasi petugas imigrasi yang tetap bekerja di tengah situasi sulit.
"Situasi di Flores sangat kritis saat ini. Namun, petugas imigrasi tetap bekerja keras dan memberikan pelayanan yang baik seperti biasa, bahkan di tengah kondisi yang buruk. Saya sangat berterima kasih kepada mereka. Semoga semua cepat pulih dan kembali normal," ungkap Amir kepada media ini di tenda imigrasi Labuan Bajo, Jumat, 21 Agustus 2026.
"Saya menikmati suasana tempat ini sebelum gempa terjadi dan berharap pemerintah dapat mendukung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana ini," tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap waspada, mengikuti informasi resmi, dan berhati-hati di tengah situasi pascabencana yang masih berlangsung.










