TVRINews, Flores Timur
Kapal Motor (KM) Asia Raya dilaporkan kandas di perairan dangkal Pantai Meting Doeng, Kelurahan Weri, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Kapal yang berlayar dari Kota Maumere, Kabupaten Sikka, menuju Larantuka itu terdorong angin kencang dan arus laut saat hendak memasuki alur Pelabuhan Larantuka.
Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal (Marine Inspector), Kris, menjelaskan insiden terjadi ketika kapal memasuki alur pelayaran dengan haluan sejati 140 derajat. Kondisi cuaca yang semula cerah berubah secara tiba-tiba disertai angin kencang dan arus laut yang kuat dari sisi kiri kapal.
“Cuaca cerah tiba-tiba berubah. Angin kencang dan pergerakan kuat arus laut dari lambung kiri menyebabkan kapal terdorong ke arah kanan hingga kandas,” ujar Kris dalam keterangan resminya, Minggu (12/7/2026).
KM Asia Raya diketahui telah tertambat sejak Jumat (10/7/2026). Awak kapal sempat berupaya melakukan olah gerak untuk melepaskan kapal dari perairan dangkal, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Untuk mengantisipasi risiko terhadap keselamatan penumpang, Ditpolairud Polda NTT bersama Marnit Flores Timur dan instansi terkait mengevakuasi seluruh penumpang.
“Pagi ini kami mengambil langkah keselamatan dengan mengevakuasi 23 penumpang menggunakan kapal penyeberangan antarpulau KM Takdir Wotan Wutun. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi menuju Terminal Penumpang Pelabuhan Larantuka,” kata Kris.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Kupang mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur untuk periode 13–15 Juli 2026.
Berdasarkan analisis BMKG, pola angin di wilayah NTT umumnya bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 6–30 knot. Kecepatan angin tertinggi diperkirakan terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Alor, Selat Sumba, Laut Sawu, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu–Raijua, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, Perairan Selatan Timor–Rote, serta Perairan Taman Nasional Komodo.
BMKG juga memprakirakan gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah tersebut secara bertahap pada periode 13–16 Juli 2026. Masyarakat, khususnya nelayan dan operator kapal, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi selama masa peringatan dini berlangsung.










