TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Aktivitas Gunung Api Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, masih tinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sepanjang awal Oktober 2026, sudah mengalami erupsi sebanyak tiga kali.
Dampak erupsi tersebut, Kepala Bandara Gewayantana Larantuka, Puguh Lukito menjelaskan dua penerbangan dengan rute Larantuka - Kupang dan Kupang-Larantuka dibatalkan (cancel flight).

"Bandara Wunopito juga masih ditutup semenjak 01 September 2026 hingga saat ini, karena dampak erupsi Gunung Api Ile Lewotolok," jelas Sudarmana, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Sementara itu, Petugas Pemantau Gunung Api, Stanis Arakian Lamahoda. Menjelaskan erupsi kembali terjadi 02 Oktober 2026, Pukul 17.20 WITA. Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 400 meter di atas puncak atau 1.823 meter di atas permukaan laut.
"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi kurang lebih 47 detik," jelas Stanis via seluler.
Beberapa jam kemudian disusul erupsi kedua terjadi pukul 21:41 WITA, dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 300 meter di atas puncak atau 1.723 meter di atas permukaan laut.
Stanis menjelaskan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19 mm dan durasi kurang lebih 1 menit 14 detik, dengan pengamatan aliran lava mengalir ke sektor tenggara sekitar 500 meter dari bibir kawah.
Sementara erupsi ketiga terjadi 03 Oktober 2026, sekira pukul 08:50 WITA. Dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 600 meter di atas puncak atau 2.023 meter di atas permukaan laut, tinggi kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah barat. Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 19.5 mm durasi 45 detik.
Meski berstatus masih level II (Waspada) PVMBG tetap mengimbau masyarakat, pengunjung, pendaki maupun wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2-3 kilometer sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas erupsi.










