TVRINews, Kupang
Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur (BPJN NTT) mulai melakukan penggantian Jembatan Oesapa di Kota Kupang yang telah berusia lebih dari 30 tahun. Penggantian dilakukan karena kondisi struktur jembatan dinilai sudah tidak layak akibat termakan usia serta meningkatnya beban kendaraan yang melintas setiap hari.
Pekerjaan diawali dengan pembersihan lokasi dan pengukuran ulang kestabilan tanah sebagai tahap awal pembangunan jembatan baru.
Kepala BPJN NTT melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 01 Batas Kota Kupang–Kota Soe, Paul Zacarias, mengatakan proyek tersebut merupakan bagian dari program preservasi jalan nasional tahun 2026 dengan nilai anggaran lebih dari Rp66 miliar.
"Jembatan Oesapa ini struktur bawahnya sudah keropos. Dari hasil inspeksi diperoleh data bahwa kapasitasnya sudah tidak sesuai lagi dengan volume lalu lintas saat ini. Jadi kita ganti total," kata Paul di Kupang, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, jembatan pengganti akan dibangun menggunakan sistem konstruksi blok girder prestress dengan masa pelaksanaan selama 540 hari kalender melalui skema kontrak multiyears yang ditargetkan selesai pada akhir 2027.
Selama proses pembangunan berlangsung, jembatan lama masih tetap difungsikan untuk menghubungkan Kelurahan Oesapa dan Oesapa Barat. Jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 25 meter dan lebar 7 meter.
Berdasarkan data BPJN NTT, lebih dari 8.000 kendaraan melintasi Jembatan Oesapa setiap hari. Hasil inspeksi juga menemukan sejumlah kerusakan, di antaranya pelat lantai yang retak, sandaran jembatan yang mulai miring, serta pondasi yang mengalami scouring akibat banjir.
"Kalau dipaksa terus digunakan tentu rawan. Karena itu jembatan lama akan dibongkar dan dibangun kembali dengan konstruksi yang lebih kuat," ujar Paul.
Rencana penggantian jembatan tersebut mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Mereka mengaku kondisi jembatan sudah lama mengkhawatirkan, bahkan kerap bergoyang saat dilintasi kendaraan bertonase besar seperti truk.
BPJN NTT juga mengimbau seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintasi kawasan proyek dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang dipasang selama masa konstruksi demi menjaga keselamatan bersama.









