TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Sebanyak 65 relawan Pemuda Katolik diberangkatkan dari Kupang menuju Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 22 Agustus 2026, untuk membantu penanganan masyarakat terdampak gempa bumi.
Tim kemanusiaan bertolak menggunakan KM Ilelabalekan dengan waktu tempuh sekitar 19 jam menuju Ende. Setelah tiba, relawan akan disebar ke sejumlah wilayah terdampak, di antaranya Kabupaten Nagekeo, Ngada, hingga Ruteng, sesuai hasil koordinasi dan kebutuhan di lapangan.
Dalam rombongan tersebut terdapat 18 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat, bidan, dan tenaga farmasi. Mereka akan memberikan layanan kesehatan, membantu operasional dapur umum, mendukung distribusi bantuan, pemulihan fasilitas umum, serta melakukan pendampingan bagi masyarakat terdampak.
Ketua Pemuda Katolik Komisariat Daerah NTT, Yuvensius Tukung, mengatakan keberangkatan relawan merupakan wujud solidaritas terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi masa sulit pascagempa.
“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa hati untuk hadir dan merasakan apa yang sedang dialami masyarakat Flores. Mereka tidak hanya membutuhkan logistik, tetapi juga kehadiran orang-orang yang siap membantu secara langsung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pengiriman relawan merupakan kelanjutan dari langkah awal yang telah dilakukan Pemuda Katolik dengan membentuk posko kemanusiaan di Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi sekaligus memastikan keterlibatan kader dalam penanganan bencana bersama pemerintah dan Keuskupan.
Aksi kemanusiaan ini terlaksana melalui kolaborasi Pemuda Katolik dengan Rumah Sakit Khusus Daerah Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi NTT, dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) yang mengerahkan tenaga kesehatan ke lokasi bencana.
Direktur RSKD Jiwa Naimata Kupang, Novy Enggelin Elim, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, koordinasi dan kolaborasi antarlembaga akan mempercepat proses penanganan masyarakat terdampak gempa.
Dukungan juga datang dari Pengurus Pusat Pemuda Katolik. Komandan Nasional Paskokat Yustinus Wuarmanuk dan Ketua Bidang Sosial dan Tanggap Bencana Aris Retnanto turut mendampingi koordinasi respons kemanusiaan menuju Flores.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menegaskan bahwa solidaritas harus diwujudkan melalui aksi nyata.
“Ketika saudara-saudara kita di Flores membutuhkan pertolongan, kita harus hadir dan bergerak bersama. Pemuda Katolik hadir untuk membersamai, melayani, dan membantu proses pemulihan masyarakat,” katanya.
Setibanya di Flores, tim akan melakukan pemetaan kebutuhan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait sebelum menjalankan pelayanan kemanusiaan di wilayah terdampak.










