TVRINews, Ngada
Kerusakan fasilitas Pelabuhan Aimere di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menghambat mobilitas logistik menuju wilayah yang terdampak gempa Flores. Kondisi ini terutama menyulitkan pergerakan kendaraan pengangkut alat berat yang dibutuhkan dalam proses penanganan pascabencana.
Pelabuhan Aimere menjadi salah satu jalur strategis untuk mengangkut bantuan kemanusiaan, logistik, serta peralatan yang diperlukan untuk mendukung pemulihan di sejumlah wilayah Flores.
Kepala UPTD Perhubungan Provinsi NTT Wilayah IV, Soni Teme, mengatakan pihaknya terus berupaya menjaga kelancaran arus logistik melalui pelabuhan tersebut. Namun, kondisi fasilitas yang rusak membuat penyeberangan kendaraan dengan muatan berat belum dapat dilakukan secara optimal.
“Kami mendukung mobilitas logistik melalui Pelabuhan Aimere. Tetapi kondisi pelabuhan saat ini menjadi kendala, terutama untuk menyeberangkan alat berat,” ujar Soni Teme.
Keterbatasan tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan harus menunggu di kawasan pelabuhan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan antrean dan memperlambat pengiriman peralatan ke daerah yang membutuhkan.
Padahal, keberadaan alat berat menjadi salah satu kebutuhan penting dalam penanganan dampak gempa. Peralatan tersebut diperlukan untuk membuka akses jalan, mengevakuasi material longsor, membersihkan puing, serta membantu percepatan perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan.
Pelabuhan Aimere memiliki peran penting sebagai salah satu akses transportasi laut yang menghubungkan pergerakan barang dan kendaraan menuju sejumlah wilayah di daratan Flores. Gangguan pada fasilitas pelabuhan pun dapat berdampak langsung terhadap rantai distribusi bantuan.
Dalam situasi pascabencana, keterlambatan distribusi logistik menjadi persoalan yang perlu segera diatasi. Terlebih, masyarakat di wilayah terdampak masih membutuhkan bantuan dan dukungan untuk proses pemulihan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan dapat segera mengambil langkah penanganan terhadap fasilitas Pelabuhan Aimere. Perbaikan dan penguatan fasilitas pelabuhan diperlukan agar kendaraan pengangkut logistik dan alat berat dapat kembali bergerak dengan aman.
Kelancaran jalur distribusi menjadi bagian penting dalam percepatan penanganan pascagempa Flores. Dengan akses logistik yang kembali normal, bantuan dan peralatan penanganan bencana diharapkan dapat lebih cepat menjangkau masyarakat terdampak.










