TVRINews, Flores Timur
Aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Flores Timur mulai kembali normal setelah sebelumnya mengalami kelangkaan selama tiga hari berturut-turut. Berdasarkan pantauan tvrinews.com, kelangkaan terjadi sejak Senin 29 Juni hingga Rabu 1 Juli 2026. Kondisi tersebut melanda wilayah daratan Larantuka dan berdampak hingga Pulau Adonara.
Antrean panjang kendaraan terlihat di tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Larantuka. Antrean bahkan terjadi sejak pagi hingga malam hari. Di tingkat pengecer, BBM juga sulit ditemukan, sementara harga melonjak hingga Rp25.000 hingga Rp35.000 per botol air mineral.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam, Tarsius Kopong Pira, saat dihubungi melalui sambungan telepon belum memberikan tanggapan terkait kelangkaan BBM di Larantuka dan Adonara yang sempat membuat warga panik.
Sementara itu, Pemilik SPBU 01 Larantuka, Linda Monteiro, menyampaikan pelayanan pengisian BBM saat ini telah kembali normal.
"Stok aman, sekarang sudah normal. Kemungkinan diduga kemarin itu, sepertinya ketakutan masyarakat terhadap pelaksanaan Peraturan Guburnur NTT. Yang melarang kendaraan bermotor plat luar dan pajak mati dilarang mengisi BBM subsidi dan akan ditindak di tempat itu," jelas Linda, Kamis, 2 Juli 2026.
Dengan kondisi tersebut, aktivitas masyarakat di Flores Timur mulai kembali berjalan seperti biasa seiring tersedianya kembali pasokan BBM di SPBU.










