TVRINews, Nagekeo
Keluarga Jacob Nuwa Wea kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa lima unit tenda peleton kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diserahkan kepada Romo Onci di Paroki Yakobus Rasul Kota Keo, Kabupaten Nagekeo.
Setiap tenda memiliki ukuran sekitar 13 meter panjang, 6 meter lebar, dan 3 meter tinggi. Tenda-tenda tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar di sejumlah sekolah yang terdampak gempa bumi.
Dari lima tenda yang disalurkan, dua unit digunakan oleh SMPS St. Petrus Lokatadho yang berada di Desa Kotakeo, Dusun Lokatadho, di bawah Yayasan Sanjaya.
Satu unit tenda lainnya digunakan oleh SDI Kotakeo yang beralamat di Desa Kotakeo I, Dusun Mabharobo, RT 08. Sementara satu unit tenda digunakan oleh SDI Lea yang beralamat di Desa Degalea, Dusun D, RT 08.
Adapun satu unit tenda lainnya disiapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan kegiatan pendidikan di wilayah terdampak.

Bantuan tenda tersebut menjadi bagian dari upaya membantu anak-anak dan para guru agar kegiatan pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi pascagempa yang masih membutuhkan perhatian.
Penyaluran lima tenda peleton untuk sekolah-sekolah terdampak juga menjadi pesan bahwa bencana tidak boleh memutus masa depan anak-anak.
Di tengah rumah-rumah yang rusak, rasa cemas akibat gempa susulan, dan keterbatasan fasilitas, anak-anak tetap membutuhkan ruang untuk belajar, bertemu guru, dan melanjutkan pendidikan.
Keluarga Jacob Nuwa Wea berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para siswa, guru dan warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah bencana.
Bantuan lima tenda peleton tersebut merupakan kelanjutan dari rangkaian kepedulian keluarga Jacob Nuwa Wea terhadap masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi.
Sebelumnya, Andi Gani Nena Wea juga telah menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah Kabupaten Nagekeo.
Pada Jumat, 28 Agustus 2026, bantuan kloter kedua dan ketiga diserahkan secara langsung oleh William Yani Wea bersama istrinya, Yane William Yani Wea.
Penyaluran dilakukan dengan mendatangi langsung sejumlah lokasi yang masyarakatnya masih menghadapi kesulitan akibat gempa, termasuk warga yang masih bertahan di tenda darurat, lokasi pengungsian maupun di sekitar rumah mereka yang terdampak.
Bantuan tersebut antara lain disalurkan kepada masyarakat di Mauponggo, Desa Aeramo, Aesesa, kemudian Asrama Yatim Flora di Desa Aeramo yang menampung sekitar 20 anak yatim, musala sementara di Dusun Tonggurambang, serta masyarakat di Perepoje, Mbay 2, Aesesa.
Di sejumlah lokasi tersebut, sebagian warga masih memilih bertahan di tenda darurat karena khawatir terhadap gempa susulan. Sebagian lainnya mendirikan tenda secara mandiri di sekitar rumah yang mengalami kerusakan.
Selain bantuan dalam bentuk barang, keluarga besar Nuwa Wea juga telah menyalurkan bantuan berupa uang sebesar Rp1 miliar kepada warga terdampak di sejumlah lokasi pengungsian.
Kepedulian Andi Gani Nena Wea terhadap masyarakat terdampak gempa Flores juga diwujudkan melalui bantuan kemanusiaan senilai Rp1 miliar yang disalurkan pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Aula Kevikepan Mbay. Bantuan tersebut diserahkan oleh William Yani Wea, kakak Andi Gani Nena Wea.
Dari total bantuan tersebut, Rp500 juta disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan diterima oleh Wakil Bupati Nagekeo, Gratianus Muga Sada alias Gonzalo, selaku Ketua Satgas Tanggap Bencana Daerah. Sementara Rp500 juta lainnya disalurkan melalui Kevikepan Mbay dan diterima oleh Wakil Vikep Mbay sekaligus Ketua Tim Tanggap Darurat Kevikepan Mbay, RD. Basilius Lewa.
Rangkaian bantuan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian keluarga Jacob Nuwa Wea tidak berhenti pada bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga menyentuh kebutuhan pendidikan masyarakat terdampak bencana.










