TVRINews, Lembata
Pemerintah Kabupaten Lembata terus mendorong percepatan perbaikan infrastruktur pengairan demi mendukung produktivitas pertanian di wilayahnya. Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, S.P., melakukan pertemuan dengan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II di Kupang, untuk membahas kondisi jaringan pengairan serta pengelolaan sumber daya air di Lembata.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Lembata menyampaikan langsung kebutuhan penanganan sejumlah jaringan Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P2AT) yang mengalami kerusakan di beberapa kawasan.
“Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain kawasan Tanah Merah Translok serta sejumlah lahan pertanian masyarakat di wilayah lainnya,” ujar Bupati Lembata dalam keterangan resminya yang diterima TVRINews, Rabu 27 Mei 2026.
Kanisius Tuaq menegaskan pentingnya keberadaan jaringan P2AT sebagai infrastruktur strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Menurutnya, sistem pengairan yang memadai menjadi faktor kunci dalam meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani.
“Pemerintah Kabupaten Lembata berharap adanya sinergi dan dukungan dari Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II agar rehabilitasi jaringan pengairan yang rusak dapat segera dilakukan. Ini penting untuk menjamin keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Lembata,” tegasnya.
Pemkab Lembata juga mengundang Kepala BBWS Nusa Tenggara II untuk melakukan kunjungan kerja langsung ke Lembata, guna melihat kondisi jaringan irigasi dan pengairan di lapangan.
Upaya koordinasi ini, kata Bupati, merupakan bagian dari komitmen Pemkab Lembata untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan instansi teknis dalam penyediaan infrastruktur dasar yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama para petani.










