TVRINews, Kupang
Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur membangun kolaborasi strategis bersama Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Timur dalam upaya memperkuat kompetensi dan perlindungan bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI).
Kegiatan itu menjadi langkah konkret dalam menciptakan sumber daya manusia yang siap bersaing di pasar kerja internasional, khususnya bagi masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya yang memiliki minat tinggi bekerja di luar negeri.
Melalui kerja sama tersebut, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Lombok Timur akan memperkuat pelatihan vokasi berbasis kompetensi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri global. Sementara BP3MI NTT akan memberikan pendampingan terkait prosedur penempatan pekerja migran yang aman, legal, dan sesuai ketentuan perundang-undangan.
Subkoordinator Pemberdayaan BPVP Lombok Timur, Rudinor Cahyo mengatakan sinergi antar lembaga menjadi bagian penting dalam menyiapkan tenaga kerja migran yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga pemahaman budaya kerja, kemampuan komunikasi, hingga kesiapan mental menghadapi dunia kerja di luar negeri.
"Kolaborasi ini menjadi langkah penting agar calon pekerja migran memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industri global sekaligus memahami prosedur kerja yang aman dan legal," ujarnya dalam keterangan yang diterima pada Rabu, 13 Mei 2026.
Sementara itu, Koordinator Satpel PVP Kupang, Wilfrianus Sabon Tawa menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menegaskan Satpel PVP Kupang hadir sebagai wadah bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan calon tenaga kerja agar mampu bersaing di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri.
Di sisi lain, perwakilan BP3MI NTT, Suratmi Hamida menegaskan edukasi dan perlindungan terhadap calon pekerja migran menjadi prioritas utama. Menurutnya, masyarakat perlu memahami pentingnya mengikuti jalur resmi dalam proses penempatan kerja ke luar negeri guna menghindari praktik ilegal dan tindak perdagangan orang.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan mampu membuka akses informasi dan peluang kerja yang lebih luas bagi generasi muda, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penempatan pekerja migran yang profesional dan berdaya saing.
Sinergi antara BPVP Lombok Timur dan BP3MI NTT menjadi bukti komitmen bersama dalam mendukung pembangunan ketenagakerjaan nasional, khususnya dalam menciptakan pekerja migran Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan bermartabat di tingkat internasional.










